Cara Duduk Satu Ini Dinilai Lebih Baik Daripada Berdiri

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 04 Jan 2018 17:55 WIB
kesehatan
Cara Duduk Satu Ini Dinilai Lebih Baik Daripada Berdiri
Sebuah studi menemukan bahwa pergerakan yang terus-menerus dapat meningkatkan angka metabolik dibandingkan meja berdiri. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa pergerakan yang terus-menerus dapat meningkatkan angka metabolik dibandingkan meja berdiri. 

Craig Horswill, asisten profesor klinis kinesiologi dari University of Illinois di Chicago, mengungkapkan bahwa studi tersebut menambah bukti yang menunjukkan strategi untuk meningkatkan thermogenesis aktif yang tidak aktif dibutuhkan untuk membantu mengatasi efek merugikan dari duduk berkepanjangan. Thermogenesis didefinisikan sebagai aktivitas spontan yang tidak terkait dengan rutinitas kebugaran.

"Duduk tak baik untuk kesehatan, namun banyak dilakukan orang dalam keseharian," tukas Horswill. 

Olahraga adalah solusi untuk kebiasaan tersebut. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan hanya satu waktu itu belum cukup untuk mengatasi kerusakan akibat duduk berkepanjangan. 

Oleh karena itu, salah satu taktik yang digunakan beberapa tahun terakhir adalah mengaplikasikan meja berdiri dan menyedikan treadmill di kantor. 

Horswull dan rekan-rekannya membandikan tingkat metabolik dengan tiga kegiatan: duduk di meja biasa, duduk di meja yang dilengkapi dengan alat untuk menstimulasi pergerakan kaki, dan meja berdiri. 


(Sebuah studi menemukan bahwa pergerakan yang terus-menerus dapat meningkatkan angka metabolik dibandingkan meja berdiri. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Ikan dan 3 Makanan Ini Bantu Membakar Lemak Perut)

Alat tersebut, yang sudah dijual secara komersial, adalah pijakan kaki yang bisa dipindahkan, tergantung dari bagian bawah meja, yang memungkinkan kaki berayun, berputar atau bergoyang. 

Para partisipan menyamankan diri mereka dengan meja tersebut pada kunjungan pertama. Pada kunjungan kedua, para peneliti mengumpulkan angka metabolik dan detak jantung selama para partisipan berada pada ketiga meja tersebut dengan durasi masing-masing 15 menit. 

Hasilnya, pergerakan sedang saat duduk meningkatkan angka metabolik lebih besar dibandingkan berdiri, dengan perbandingang 17 dan 7 persen, tanpa memengaruhi fungsi kognitif. 

"Studi ini menunjukkan bahwa thermogenesis aktif bukan olahraga dapat meningkatkan pergerakan dan membakar kalori, sehingga berdampak pada kesehatan," tambah Horswill. 

Ia berharap bisa melihat peningkatan angka metabolik pada tiap langkah progresif, namun hasil yang muncul justru duduk dengan pergerakan bisa memberi dampak positif yang sama atau lebih tinggi dibandingkan berdiri. 










(TIN)