3 Pemicu Kram Otot yang Menyakitkan

Torie Natalova    •    Jumat, 06 Oct 2017 14:03 WIB
kesehatan
3 Pemicu Kram Otot yang Menyakitkan
Ketegangan otot mungkin terjadi setelah Anda melakukan posisi yang melibatkan anggota tubuh dalam jangka waktu lama. (Foto: Gettyimages/Womenshealthmag.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasa sakit akibat kram otot bisa terjadi pada siapa pun, tak hanya pelari maraton. Kram otot paling sering terjadi di bagian kaki dan datang secara tiba-tiba.

Kram otot pada dasarnya merupakan aktivasi atau kontraksi otot yang berlebihan. Dan meski bisa terjadi di mana saja, kram otot biasanya terjadi di betis karena otot pada bagian kaki ini menggunakan energi yang paling banyak di tubuh.

Seperti dilansir dari Womenshealthmag.com, penyebab kram otot sulit untuk diketahui secara pasti. Namun, salah satu hal yang bisa memicu kram otot lebih sering terjadi adalah kehamilan.

Kehamilan menyebabkan seluruh perubahan pada semua bagian tubuh. Pergeseran hormonal bisa menyebabkan kram otot. Menurut Mayo Clinic, kram ketika hamil biasanya terjadi di daerah betis atau kaki dan biasanya terjadi di malam hari selama trimester kedua dan ketiga.

(Baca juga: 5 Peregangan Kurangi Kram Otot)

Tidak jelas memang mengapa hal ini dapat terjadi. Anda bisa mencoba mengatasi rasa sakitnya dengan minum air putih, meregangkan tubuh dan mengonsumsi suplemen magnesium.

Selain kehamilan, ada beberapa faktor yang mungkin dapat menyebabkan kram otot.



1. Dehidrasi
Cara otot diaktifkan melibatkan keseimbangan sinyal listrik dan ion tubuh. Dehidrasi mengubah sinyal-sinyal tersebut sehingga tubuh tidak tahu apakah sinyal itu berasal dari otak atau hanya karena ketidakseimbangan listrik di sekitar sel. Otot Anda mengalami kesulitan memproses sinyal dengan benar dan akibat aktivitas yang terlalu berlebihan inilah yang sebabkan rasa sakit.



2. Melakukan posisi yang tidak biasa dalam waktu lama

Ketegangan otot mungkin terjadi setelah Anda melakukan posisi yang melibatkan anggota tubuh dalam jangka waktu lama. Ini terjadi karena Anda tak biasa atau terlatih mengaktifkan otot dan merusaknya sedikit.

Kerusakan itu biasanya menyebabkan penumpukan asam laktat yang bisa memicu otot jadi kejang. Namun, kram jenis ini dapat hilang seiring berjalannya waktu.



3. Aliran darah yang tidak kuat
Alasan lain yang mungkin menyebabkan kram otot adalah suplai darah yang tidak lancar. Ini berarti Anda tidak mendapatkan cukup aliran darah ke kaki atau lengan Anda. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kolesterol dalam darah atau bisa juga karena arteri yang terjepit oleh massa ovarium atau tumor.

Anda harus waspada jika memiliki kolesterol tinggi. Selain itu, para pelajari juga harus memperhatikan jika dia mengalami kejang otot secara konsisten karena bisa jadi tanda sindrom kompartemen yang menghambat aliran darah.











(TIN)