Studi Baru: Aktivitas 10 Menit Bisa Tingkatkan Kemampuan Otak

Anindya Legia Putri    •    Sabtu, 30 Dec 2017 17:19 WIB
kesehatan
Studi Baru: Aktivitas 10 Menit Bisa Tingkatkan Kemampuan Otak
Ilustrasi. Shutterstock

Jakarta: Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Neuropsychologia, aktivitas fisik selama 10 menit dapat meningkatkan kemampuan otak untuk beberapa saat setelahnya. Temuan ini mungkin penting bagi orang tua dengan kemampuan terbatas untuk berolah raga dan siapa pun yang ingin memperbaiki kinerjanya otaknya.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan hubungan antara aktivitas fisik jangka panjang yang konsisten dan kesehatan otak yang lebih baik dari waktu ke waktu. Penelitian lain telah menemukan bahwa berolahraga minimal 20 menit dapat memiliki efek terukur dan langsung pada fungsi kognitif.

"Kami ingin tahu apakah program latihan yang lebih pendek, untuk orang-orang yang mungkin memiliki masalah ortopedi atau masalah mobilitas lainnya, masih dapat memperoleh manfaat kognitif," kata penulis senior studi Matthew Heath, profesor kinesiologi di Western University di Kanada dilansir Time, Jumat, 29 Desember 2017,

Untuk mengetahui lebih lanjut, Heath dan rekan-rekannya meriset 14 orang dewasa muda yang sehat dengan sebuah tes gerakan mata yang dirancang untuk menantang bagian otak yang berhubungan dengan fungsi eksekutif, seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan penghambatan.

Lalu, mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta duduk dan membaca majalah,  kelompok kedua mengendarai sepeda stasioner dengan kecepatan sedang hingga kuat selama 10 menit. Segera setelah itu, mereka mengulangi tes gerakan mata untuk kedua kalinya.

Skor untuk orang-orang dalam kelompok pertama  tidak ada perubahan secara signifikan dari tes pertama sampai tes kedua. Tapi untuk orang-orang di kelompok sepeda, waktu reaksi meningkat hingga 50 milidetik, tanpa ketepatan.

Hal tersebut mewakili keuntungan 14 persen dalam kinerja kognitif. Dan mengemukakan bahwa latihan fisik selama 10 menit dapat memberikan dorongan untuk mengendalikan oculormotor yang terkait dengan kemampuan otak.

Studi ini menunjukkan bahwa orang bisa mendapatkan manfaat kognitif langsung dari rutinitas latihan hanya selama 10 menit. Para periset tidak bisa mengatakan berapa lama manfaat ini mungkin bertahan setelah latihan, namun mereka berharap dapat menentukan hal ini dalam studi selanjutnya.

"Diperkirakan, dengan olahraga, mungkin Anda mengalami peningkatan aliran darah ke otak, atau Anda mungkin akan melepaskan beberapa protein yang sangat spesifik yang terbukti menawarkan manfaat neuroprotektif dan merangsang pertumbuhan baru," ujar Heath.


(TRK)