Jaga Kesehatan Jantung Paruh Baya dengan Olahraga Ini

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:04 WIB
kesehatan
Jaga Kesehatan Jantung Paruh Baya dengan Olahraga Ini
Dilansir dari laman Webmd.boots.com, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, aerobik sangat cocok untuk menjaga kesehatan jantung. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Semua jenis olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Tapi, tidak semua jenis olahraga spesifik untuk bagian tubuh tertentu seperti misalnya untuk jantung.

Lalu, olahraga apa yang cocok untuk menjaga kesehatan jantung? Dilansir dari laman Webmd.boots.com, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, aerobik sangat cocok untuk menjaga kesehatan jantung, khususnya bagi kelompok umur paruh baya.

Dalam jurnal tersebut, diterangkan bahwa peneliti membandingkan seberapa besar efektifitas aerobik dalam menjaga kesehatan jantung. Peneliti juga membandingkan keefektifan aerobik terhadap kesehatan jantung dengan jenis olahraga lainnya. 

Dalam peneliti merekrut 53 pria dan wanita berusia 45-64 tahun di Amerika Serikat. Peneliti kemudian membagi peserta ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis olahraga yang diterapkan yaitu aeorobik dengan yoga dan latihan keseimbangan (peneliti menyebut dengan kelompok kontrol).


(Dilansir dari laman Webmd.boots.com, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, aerobik sangat cocok untuk menjaga kesehatan jantung, khususnya bagi kelompok umur paruh baya. Foto: Courtesy of Ojaihealth.com)

(Baca juga: Olahraga yang Tepat Bagi Penderita Penyakit Jantung)

Untuk kelompok aerobik, peneliti meminta peserta untuk rutin melakukannya, minimal 4 kali dalam seminggu dengan intensitas tinggi dan sedang. Tak hanya itu, peserta juga disarankan untuk mengombinasikan aerobik dengan pelatihan progresif, memanfaatkan beragam peralatan olahraga atau berlari, bersepeda dan berenang. 

Sementara, peserta yang berada dalam kelompok kontrol diminta rutin melakukan yoga dan latihan keseimbangan sebanyak tiga kali dalam seminggu selama dua tahun. Peserta kelompok ini juga diminta mengombinasikan kegiatannya dengan latihan beban.

Setelah penelitian selesai dilakukan, para peneliti menemukan, kesehatan jantung peserta yang menerapkan aerobik terlihat lebih baik daripada kelompok kontrol. Peneliti menilai, aerobik sangat bermanfaat dalam penyerapan oksigen dan menurunkan 'kekakuan' jantung pada kelompok paruh baya.

Oleh karenanya, peneliti pun menyarankan agar kelompok umur paruh baya aktif dan rutin melakukan aerobik selama 150 menit. Kegiatan ini juga bisa dikombinasikan dengan jenis olahraga lain yaitu bersepeda atau berjalan cepat setiap minggu. 









(TIN)