Jelang Hari AIDS Sedunia, Kampanye Promosi Tes HIV Diluncurkan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 30 Nov 2017 18:13 WIB
Jelang Hari AIDS Sedunia, Kampanye Promosi Tes HIV Diluncurkan
Menurut Haryadi Wisnu Wardana selaku Staff AIDS dan Penyakit Menular Seksual Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, diperkirakan terdapat 622.435 ODHA di Indonesia di tahun 2016. (Foto: Keenan Constance/Un

Jakarta: Menjelang hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, sebuah kampanye diluncurkan untuk mempromosikan pentingnya tes HIV, yaitu #SayaBerani.

Kampanye yang digawangi oleh berbagai organisasi masyarakat sipil se-Indonesia ini mendapat dukungan dari UNAIDS Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, dan Kedutaan Belanda. 

Kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran maayarakat Indonesia tentang HIV dan mengeleminasi stigma terhadap tes HIV san AIDS. Konsep yang diusung adalah pemberian informasi dan edukasi melalui berbagai sarana media, baik online maupun offline, salah satunya dengan mengakses Sayaberani.org.

"Tujuan utama dari kampanye ini adalah mempromosikan tes HIV dan pentingnya pengobatan. Kami tahu bahwa saat ini orang banyak menggunakan ponsel untuk mendapat informasi, jadi kami memanfaatkannya, untuk pengetahuan yang kelak akan menyelamatkan hidup," pungkas Krittayawan Boonto, Country Director UNAIDS Indonesia dalam peluncuran kampanye #SayaBerani, Kamis 30 November 2017. 


(UNAIDS Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, dan Kedutaan Belanda dalam acara kampanye diluncurkan untuk mempromosikan pentingnya tes HIV, yaitu #SayaBerani. Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

(Baca juga: Yayasan AIDS Indonesia Beri Edukasi Seputar HIV/AIDS)

Indonesia sendiri berkomitmen untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030 dengan mencapai target 90-90-90. Artinya, 90 persen orang yang hidup dengan HIV mengetahui status mereka, 90 persen orang dengan HIV dapat mengakses pengobatan (Therapy Antiretroviral), dan 90 persen Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) menjalani pengobatan untuk menekan perrumbuhan virus. 

Menurut Haryadi Wisnu Wardana selaku Staff AIDS dan Penyakit Menular Seksual Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, diperkirakan terdapat 622.435 ODHA di Indonesia di tahun 2016. Sementara, hingga Juli 2017 telah dilaporkan penemuan kasus HIV sebanyak 255.527 orang.

Dengan demikian, dalam setahun rata-rata terdapat 40 ribu kasus dimana 110 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. 

Beberapa organisasi sipil yang bergabung adalah CIMSA, Yayasan Syair, Yayasan Kasih Suwitno, Forum LSM Peduli AIDS, OBS, Rumah Cemara, serta jaringan populasi kunci dan oramg terinfeksi HIV.








(TIN)