6 Tanda Seseorang Memiliki Sifat Narsis

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Jan 2018 10:49 WIB
kesehatan mental
6 Tanda Seseorang Memiliki Sifat Narsis
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menurut National Institute of Health (NIH) di Amerika Serikat, sekitar 6 persen dari populasi di negara tersebut mengalami gangguan personal narsistik (NPD) atau biasa disebut narsis.

"Orang-orang ini tidak memiliki kesadaran dan tidak memiliki wawasan tentang apa yang mereka lakukan, yang berarti mereka tidak merasakan kesalahan atau penyesalan dari tindakan mereka," kata psikoterapis berbasis di Miami Whitney Hawkins.

Bila Anda tak tahu bagaimana kategori gangguan tersebut, berikut adalah beberapa ciri dari orang narsis.

1. Selalu membicarakan diri sendiri

Orang narsis biasanya memimpin percakapan sepanjang waktu. Misalnya, ketika orang lain membicarakan tentang maslaah kesehatan, ia kemudian akan membahas tentang kesehatan dirinya. Jika orang lain menambahi topik yang berbeda, narsistik akan mengembalikan alur percakapan pada dirinya.

2. Membuat orang lain senang

Tipikal narsistik umumnya akan menyenangkan orang-orang yang ia suka. "Awalnya orang lain akan suka dengan si narsistik. Namun seiring berjalannya waktu, hal itu menjadi pengalaman yang negatif saat bersamanya," tukas  terapis Kimberly Hershenson.

3. Selalu merasa benar

Orang narsis tak sudak merasa salah. Ia akan berbohong atau membuat alasan untuk membela diri. "Mereka akan bermain menjadi korban. Jika tak merasa itu salahnya, ia akan merasa dirinya tak dimengerti atau dihargai," kata Hershenson.

4. Senang barang-barang mewah

Biasanya, seorang narsistik menghabiskan uang untuk sesuatu yang terbilang mewah secara rutin.

"Tipikal orang ini materialistis dan senang memamerkan statusnya yang tinggi, menekankan gengsi," pungkas Hershenson.

5. Tak bisa terima kritik

Orang narsis bisanya sangat sensitif hingga tak bisa menerima kritik dengan normal. Ia akan mengamuk atau menangis bila merasa terintimidasi atau dirundung.

6. Merasa sangat istimewa

"Orang NPD akan menunjukkan kemegahan dan rasa percaya diri yang tinggi. Mereka percaya bahwa mereka unik dan superior, "kata Hawkins.

Ia merasa hidup di dunia fantasi yang mendukung delusi tersebut dan mengabaikan kenyataan. "Fantasi tersebut berkaitan dengan kesuksesan, kekuatan, kecantikan, kecerdasan atau asmara ideal."





(DEV)