Kebiasaan Menyendiri Mampu Tingkatkan Kreativitas

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 23 Nov 2017 12:54 WIB
kesehatan mental
Kebiasaan Menyendiri Mampu Tingkatkan Kreativitas
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menyendiri tak selalu berarti buruk. Sebuah penelitian menemukan, menyendiri dapat meningkatkan kreativitas. Para peneliti dari the University at Buffalo di New York menemukan bahwa beberapa orang menarik diri karena mereka memang menikmati kesendirian.

"Kami mencari tahu mengapa mereka menarik diri untuk mengetahui hubungan antara risiko dan manfaat dari perilaku tersebut," ujar pemimpin studi  Julie Bowker.

Para individual ini senang menghabiskan waktu sendiri, membaca atau sibuk dengan komputer.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang bersosialisasai tak berhubungan dengan hasil yang buruk, bahkan penelitian terbaru menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut dapat menciptakan kreativitas.

Menurut para peneliti, meskipun anak muda yang kurang bersosialisasi menghabiskan lebih banyak waktu sendiri dibanding orang lain, mereka memiliki kelompok kecil. Mereka bukan anti-sosial. Mereka tidak memulai interaksi, tetapi juga tak menolak undangan sosial dari kelompok kecil.

"Oleh karena itu, mereka merasa sudah cukup interaksi sehingga ketika mereka sendiri, mereka menikmati penarikan diri tersebut. Mereka juga dapat berpikir kreatif dan mengembangkan ide baru, seperti seniman di studi atau akademisi di kantor," tambah Bowker.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences tersebut melibatkan 295 partisipan yang melaporkan apa motivasi mereka menarik diri dari lingkungan sosial.

Selain laporan pribadi, para peneliti juga mengukur kreativitas, sensitivitas kecemasan, gejala depresi, agresi, dan sistem pendekatan perilaku (BAS), yang mengatur perilaku dan keinginan, serta sistem penghambatan perilaku (BIS), yang mengatur perilaku dan keinginan penghindaran.

Studi tersebut juga menemukan bahwa perasaan malu dan menghindar cenderung memberikan dampak negatif pada kreativitas. Namun, di sisi lain, perasaan malu dan sensitif pada rasa cemas juga memiliki sisi baik.




(DEV)