Gangguan Pencernaan, Salah Satu Gejala Kanker Usus Besar

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 09 Nov 2016 15:26 WIB
kesehatan
Gangguan Pencernaan, Salah Satu Gejala Kanker Usus Besar
Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, kanker usus besar merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia. (Foto: Images.wisegeek)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, kanker usus besar merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia dengan prevalensi 1,8 per 100 ribu penduduk.

Kanker usus besar atau kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum dimana kedua bagian tersebut merupakan bagian dari sistem pencernaan yang memroses makanan dan membuang sisa makanan dari tubuh.

Kebanyakan penderita tidak menyadari penyakit tersebut karena kanker kolorektal sendiri tidak menunjukkan gejala yang khas, kecuali telah sampai pada stadium lanjut. 

Apalagi, masa perkembangan kanker usus sendiri tergolong lambat dari tahun ke tahun. Hal tersebut dikarenakan penyakit ini diawali dengan timbulnya jaringan atau tumor yang tergolong polip non-kanker pada permukaan usus besar atau rektum. 

Namun, pada kondisi tertentu, polip berpotensi menjadi kanker bila bersifat ganas atau malignant.

Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai kanker kolorektal terkait perilaku pencernaan, yaitu dalam hal buang air besar (BAB). 

Pertama, terjadi gangguan pada usus atau pencernaan seperti diare, konstipasi, atau usus terasa penuh tanpa sebab yang jelas selama beberapa hari. Kemudian, perut tetap terasa penuh meskipun telah BAB.

Bentuk dari feses pun tak biasa dimana warna feses berwarna merah terang atau gelap dan berlendir karena produksi lendir yang berlebihan akibat adanya sumbatan atau benjolan kanker. Selain itu, pendarahan pada usus juga menyebabkan darah ikut keluar bersama feses.

(Baca juga: Rofifah, Penderita Kanker yang Bertahan karena Dukungan Ibu)

"Feses akan berbentuk kecil-kecil karena lubang usus pun ikut mengecil. Selain itu, kantong kotoran akan terasa terisi terus karena benjolan kanker di dalamnya menghalangi feses yang mau keluar," ujar dr. Ibrahim Basir, SpB-KBD dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI Jaya) dalam Forum Edukasi Media 'Kalahkan Kanker dengan Deteksi Dini Kanker Usus Besar', Rabu (9/11/2016).

Pada bagian perut, akan timbul perasaan tak nyaman seperti nyeri, kembung, begah, kram perut atau adanya gas dalam perut. Gejala lain yang tak biasa adalah lelah atau anemia terus-menerus, serta berat badan yang turun tanpa penyebab yang jelas.

"Penurunan berat badan terjadi karena sel kanker mengambil makanan dalam tubuh sehingga tubuh pun kekurangan. Lalu, adanya sumbatan di usus juga membuat perut merasa kembung dan makan menjadi tak enak. Yang paling jelas terlihat adalah berkurangnya massa otot atau pada bagian perut," tambahnya. 





(TIN)