Perokok Pasif Juga Berpotensi Terkena Kanker Paru-paru

Torie Natalova    •    Rabu, 14 Jun 2017 08:40 WIB
kanker paru-paru
Perokok Pasif Juga Berpotensi Terkena Kanker Paru-paru
(Foto: Oprah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kanker paru-paru tak hanya menyerang perokok aktif. Anda yang perokok pasif atau sering terkena paparan asap rokok juga bisa terkena.

Di Meksiko, seorang pria tak sadar dirinya menderita kanker paru-paru stadium IV setelah mengalami batuk dan kesulitan bernapas.

Sandy Jauregui-Baza adalah olahragawan yang rajin berlari atau jalan kaki setiap hari, makan sehat, dan menghindari semua makanan olahan. Suatu hari dia mengembangkan gejala penyakit seperti flu dan dokter mengira gejala tersebut adalah tuberkolosis.

Tetapi, beberapa bulan kemudian, tes tuberkolosis dinyatakan negatif sehingga dokter melakukan biopsi paru-paru untuk mencari penyebab lainnya. Dan diagnosis terakhir adalah ia menderita kanker paru stadium IV yang telah menyebar ke tulang-tulang belakangnya.

"Saya bahkan belum pernah merokok dan baru saja mendaki ke Gunung Everest, bagaimana saya bisa terkena kanker paru-paru?" kata pria 32 tahun tersebut.

Buruknya, lebih dari 95 persen pasien kanker paru stadium IV meninggal dalam waktu lima tahun setelah diagnosa. Jauregui-Baza sendiri diprediksi hanya memiliki waktu enam bulan saja untuk bertahan.

Kebanyakan dokter menganggap hampir tidak mungkin kaum muda yang tidak merokok mengembangkan kanker paru-paru. Dokter memperkirakan bahwa tumor yang ditemukan di paru-paru telah menyebar dari kanker di tempat lain dalam tubuh. Kini, dokter tahu bahwa tidak selalu demikian.

Gejala kanker paru-paru ini menyerupai dengan gejala penyakit umum lainnya seperti batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Karenanya, banyak dokter dan pasien yang mengabaikan gejala ini.

Asap rokok memainkan peran seperti faktor lingkungan lainnya. Penyebab utama kanker paru-para pada orang yang tidak merokok adalah paparan radon, gas radioaktif atau polusi udara. Tapi, para ahli percaya bahwa faktor ini hanya mencakup sebagian kecil kasus kanker paru-paru di kalangan remaja yang tidak pernah merokok.

Peneliti mengungkapkan bahwa DNA adalah jawaban tempat dimana kanker dimulai. Dokter menemukan bahwa mutasi penyebab kanker tertentu terjadi sekitar 2-6 kali lebih sering pada tumor penderita kanker yang tidak merokok dibanding pada tumor orang yang merokok.


(DEV)