Ini Penyebab Anak Rentan Terkena Flu

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 15 Jun 2017 11:19 WIB
studi kesehatan
Ini Penyebab Anak Rentan Terkena Flu
(Foto: Medical Daily)

Metrotvnews.com, Jakarta: National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) menemukan bahwa anak yang terlalu rentan terkena flu, pilek, dan infeksi pernapasan kemungkinan mengalami mutasi gen yang langka.

Kesimpulan tersebut diambil setelah meneliti seorang anak berumur 5 tahun yang terus-menerus sakit seminggu setelah dilahirkan.

"Respons imun manusia pada virus pilek biasa masih sedikit dimengerti. Dengan menginvestigasi kasus unik, kami mencoba menjawab beberapa pertanyaan ilmiah penting tentang infeksi yang terjadi dimana-mana ini," ujar Dr Anthony S. Fauci selaku pemimpin NIAID dalam sebuah pernyataan.

Dalam analisis, para peneliti menemukan bahwa terdapat mutasi gen IFIH1 pada anak tersebut sehingga tubuhnya memproduksi protein MDA5 yang tak berfungsi. Padahal, protein tersebut mampu mendeteksi virus dan melawannya dengan cara pemproduksi tipe protein pelindung yang lain.

Pada penelitian sebelumnya, tikus yang tak memiliki protein MDA5 tak mampu melawan jenis virus tertentu.

Untuk mendapatkan informasi lebih soal efek mutasi IFIH1, para peneliti melihat pada 60 ribu relawan DNA dan menemukan bahwa beberapa diantara mereka ada yang mengalami mutasi tersebut namun hidup secara normal. Para peneliti berpendapat bahwa mutasi tersebut menyebabkan tubu mereka melakukan cara tertentu untuk melindungi diri dari virus tersebut.

Meskipun pilek bukan jenis penyakit yang serius, diperlkan perhatian medis khusus pada penderita asma dan penyakut tertentu.

"Ketika orang-orang memiliki faktor penyakit lain, infeksi HRV bisa memicu penyakit lain yang dapat berujung pada kemtian," ujar pemimpin studi  Dr. Helen Su.

Global Burden of Disease Study menyebutkan, sekitar 18 juta orang di dunia mengalami infeksi pernapasan atas setiap tahun. Umumnya proses penyembuhan memakan waktu sekitar 10 hari, namun kebanyakan orang mengalaminya lebih lama. Gejala yang ditimbulkan beragam, seperti hidung meler, sakit tenggorokan, batuk, pusing ringan, bersin, dan demam ringan.


(DEV)