Dampak Negatif Mengonsumsi Obat Maag Jangka Panjang Bagi lambung

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 16 May 2017 15:57 WIB
kesehatan
Dampak Negatif Mengonsumsi Obat Maag Jangka Panjang Bagi lambung
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada berbagai macam penyebab naiknya asam lambung atau yang dalam istilah medis disebut dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Tak hanya sekali-dua kali, gangguan satu ini bahkan bisa muncul beberapa kali.

Mengapa asam lambung bisa naik? Selain dari faktor internal, yaitu adanya kelainan organ dalam tubuh, beberapa faktor lain juga berpengaruh seperti makanan atau obat-obatan yang diasup.

Faktanya, obat maag yang seharusnya dapat memperbaiki kondisi lambung justru dapat memperparah GERD.

"GERD yang sering muncul membuat seseorang pada akhirnya sering mengonsumsi obat-obatan maag. Obat yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung tersebut justru membuat asam lambung dalam tubuh berkurang jika dikonsumsi dalam hitungan bulan, bahkan tahun," terang dr Hardianto Setiawan, SpPD dalam temu media di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Selasa 16 Mei 2017.

Padahal, asam lambung diperlukan dalam tubuh sebagai disinfektan pada makanan yang kurang bersih. Jika jumlahnya kurang dari normal, maka bakteri jahat akan mudah berproduksi di dalam tubuh.

Ia memberi contoh, nasi yang merupakan makanan pokok di Indonesia pada dasarnya mengandung gas yang dapat membuat asam lambung naik. Jika Anda hanya mengonsumsi sedikit tetapi sudah merasa kenyang, ada kemungkinan terdapat banyak bakteri dalam sistem pencernaan meski tak ada gejala penyakit yang dirasakan.

Oleh karena itu, penggunaan obat maag sebaiknya diperhatikan dengan baik dimana Food and Drugs Adminstration (FDA) dari Amerika Serikat juga menyarankan untuk tidak mengkonsumsinya lebih dari 15 hari atau tidak lebih dari tiga kali dalam setahun, kecuali dengan kondisi kesehatan tertentu.


(DEV)