Selain Enak, Makan Ketan Dapat Mencegah Anemia

   •    Selasa, 30 May 2017 17:09 WIB
tips kesehatan
Selain Enak, Makan Ketan Dapat Mencegah Anemia
(Foto: Inhabitat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketan yang seringkali digunakan sebagai bahan baku membuat panganan tradisional ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Mengandung asam amino, karbohidrat, protein, vitamin, serat, antioksidan, antosianin, zat besi, dan aneka zat besi lainnya menjadikan ketan sebagai sumber energi layaknya nasi.

Ketan yang sering kita jumpai, adalah ketan putih dan hitam. Kandungan keduanya hampir sama, hanya saja ketan hitam mengandung antosianin dan zat besi yang tidak dimiliki ketan putih, yang berperan dalam mempertahankan tubuh.

Namun, bagi anda yang lebih menyukai ketan putih, tidak perlu khawatir akan nutrisinya, karena ketan putih juga mengandung selenium yang berguna sebagai antioksidan, dan merangsang pembentukan hormon tiroid.

Selain sebagai sumber energi, ketan juga memiliki beragam manfaat bagi tubuh, seperti menangkal radikal bebas, meningkatkan metabolisme tubuh, memperkuat jaringan ikat dalam tubuh, mencegah penuaan dini, menurunkan kadar insulin, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mencegah anemia, mencegah gangguan fungsi ginjal, memperbaiki kerusakan sel hati, menetralisir kolesterol dalam darah, hingga mencegah penyakit jantung.

"Beras merah menghasilkan antosianin yaitu antioksidan flavonoid yang bagus untuk tubuh, beras hitam atau ketan hitam punya antosianin lebih tinggi dibanding beras merah. kalo dibandingin beras putih, merah dan hitam, itu paling bagus yang hitam, ketan putih artinya beras putih tapi jenisnya ketan, jenis sama varietas beda," jelas dr Kenni Kosumo, M Gizi, SpGK.

Anatomi dari biji padi-padian, baik beras maupun ketan mempunyai 3 lapisan, yakni kulit arinya yang mengandung aleuron, vitamin, dan protein yang sering hilang saat proses penggilingan padi, lalu ada endosperma yang menghasilkan pati, hampir 85 persen itu adalah pati, dan yang terdalam adalah benihnya.

Adapun perbedaan antara beras dan ketan, yaitu beras memiliki kadar amilosa tinggi, sedangkan ketan memiliki kadar amilopektin tinggi, hal ini yang membuat struktur beras tidak lengket, sedangkan ketan lengket, beras bentuknya transparan, sedangkan ketan tidak.

Butiran beras lebih ramping, tidak setebal ketan. Pohon beras lebih pendek dari pada pohon ketan, dan masa panen beras sekitar 3 bulan, sedangkan ketan 6 bulan.

"Sebenarnya kita dapat dari ketan adalah serat, prebiotik adalah serat, probiotik adalah kumannya, prebiotik makanan untuk probiatiok, terdapat dalam serat, dalam ketan ada prebiotik untuk kasih makan bakteri baik di dalam usus," tambah Kenni.

Biasanya ketan itu lebih sulit ditanak, jadi sebaiknya direndam terlebih dahulu sekitar 2 jam atau semalaman. Lebih bagus lagi melalui proses pengukusan, agar zat gizi ketan tidak hilang terlalu banyak.

Indeks glikemik ketan cukup tinggi, rata-rata hampir diatas 80. Jika ketan ditambahkan santen dan gula seperti pada makanan ringan yang dijual di pasar, hal ini tentu memperburuk kandungan gizi ketan.

Oleh karena itu, penderita diabetes, maag, dan gangguan pencernaan, sebaiknya membatasi makan ketan, karena ketan akan memperberat sistem pencernaan. Namun, ketan yang difermentasikan justru memiliki nilai gizi yang lebih baik, seperti bubur ketan, karena diolah melalui proses fermentasi yang alami.


(DEV)