Tipikal Pasien Seperti Apakah yang Dinomorsatukan UGD?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 26 Jun 2018 17:49 WIB
kesehatan
Tipikal Pasien Seperti Apakah yang Dinomorsatukan UGD?
Pihak medis melakukan triage sebelum menangani pasien di UGD. (Foto: Natanael Melchor/Unsplash.com)

Jakarta: Ruang Gawat Darat atau UGD adalah salah satu ruangan yang paling sibuk di rumah sakit. Umumnya, pasien yang masuk ke sini akan mendapatkan pelayanan awal dan cepat.

"Gawat darurat adalah keadaan klinis yang butuh tindakan medis segera untuk penyelamatan nyawa dan cegah kecacatan lebih lanjut," tukas Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati, SpEM selaku Head of Emergency Department Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ).

Ia menuturkan, salah satu masalah yang terjadi dalam UGD adalah overcrowded, yaitu kondisi di mana jumlah pasien melebihi kapasitas ruangan. 

Oleh karena itu, pihak medis melakukan triage sebelum menangani pasien. Triage adalah mekanisme untuk memilih, menyortir, atau menggolongkan tingkat keparahan pasien. Terdapat tiga tipe triage yang dikategorikan oleh SHKJ.

(Baca juga: Pentingnya Memahami Kondisi Darurat pada Anak)


(Pihak medis melakukan triage sebelum menangani pasien di UGD. Triage adalah mekanisme untuk memilih, menyortir, atau menggolongkan tingkat keparahan pasien. Terdapat tiga tipe triage yang dikategorikan oleh SHKJ. Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

1. Triage 1 
Ini adalah kondisi yang sifatnya zero waiting time atau harus segera ditangani agar tidak mengancam nyawa. Umumnya, pasien yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang terkena serangan jantung, stroke, atau trauma (kecelakaan). 

Hal ini dikarenakan semakin cepat perawatan, maka semakin kecil tingkat kecacatan. Untuk serangan jantung misalnya, waktu maksimal untuk pengobatan fibtinoloitik adalah 60 menit dan pengobatan cath-lab/angiografi adalah 90 menit. 

"Sementara, stroke sebaiknya segera ditangani dalam waktu tiga sampai empat setengah jam," tambahnya dalam temu media, Selasa 26 Juni 2018. 

2. Triage 2
Kondisi ini bersifat gawat tidak darurat atau sebaliknya. Gawat adalah kondisi mengancam nyama, sementara darurat perlu penanganan segera. Biasanya, masalah medis yang masuk dalam kategori ini adalah patah tulang atau luka.

"Kalau pasien mengalami luka di tangan atau kaki, masih bisa ditunda penanganan sekitar lima menit. Asalkan pasien masih sadar dan tidak kejang dan/atau muntah," terangnya. Selain itu, nyeri perut dengan keluhan diare atau dehidrasi juga dimasukkan dalam kategori triage 2.

3. Triage 3
Kategori terakhir adalah untuk pasien dengan kondisi akut namun tetap stabil dan tidak membutuhkan penanganan segera. Misalnya pasien demam tetapi tekanan darah masih normal dan keadaan sadar.  

Biasanya pasien ini diminta menunggu sekitar 15 menit atau langsung disarankan menemui dokter spesialis yang sedang praktik pada jam tersebut. 





(TIN)