Cara Memahami Postpartum Depression

Raka Lestari    •    Selasa, 10 Apr 2018 11:59 WIB
kesehatankehamilan
Cara Memahami Postpartum Depression
Kelelahan yang sangat ekstrem, menarik diri dari lingkungan sosial dan kurangnya dukungan adalah pemicu terjadinya postpartum depression. (Foto: Mon Petit Chou Photography/Unsplash.com)

Jakarta: Postpartum depression (PPD) atau depresi pasca melahirkan adalah masalah serius yang dapat memengaruhi ibu baru. Menurut data Centers for Disease Control (CDC), hampir 1 dari 5 ibu baru mengalami gejala PPD selama tahun pertama menjadi orang tua. 

Meskipun tidak banyak data yang tersedia tentang kasus PPD pada ayah, satu studi mengatakan bahwa sekitar 10 persen dari ayah baru dapat mengalaminya juga.

Berikut ini adalah PPD yang bisa Anda ketahui seperti dikutip dari Menshealth.com. 

1. PPD adalah sesuatu yang sangat nyata dan sangat serius
Merasa sedih atau murung beberapa hari atau beberapa minggu setelah melahirkan adalah hal yang normal bagi ibu baru. Untuk ibu baru, itu biasanya merupakan hasil dari perubahan hormon cepat yang terjadi di tubuhnya. 

Dan yang mengejutkan, itu juga berlaku untuk para ayah, meskipun kita tidak tahu persis mengapa ini terjadi, ada bukti bahwa kadar testosteron pada pria turun selama periode setelah melahirkan yang dapat dikaitkan dengan depresi. 

Jika Anda atau pasangan Anda tampak mudah tersinggung, menarik diri, atau murung selama lebih dari dua minggu pada satu waktu, itu bisa menjadi tanda PPD dan itu tidak boleh diabaikan. 


(Postpartum depression (PPD) atau depresi pasca melahirkan adalah masalah serius yang dapat memengaruhi ibu baru. Menurut data Centers for Disease Control (CDC), hampir 1 dari 5 ibu baru mengalami gejala PPD selama tahun pertama menjadi orang tua. Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mengatasi Sindrom Baby Blues)

2. Gejalanya tidak selalu mudah terlihat
Jika pasangan Anda berbicara tentang merasa kewalahan, atau mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia tidak dapat menjalin ikatan dengan bayi, itu bisa menjadi sebuah pertanda. 

"Jika pasangan Anda merasa bahwa dirinya seperti tidak melakukannya dengan baik, tanyakan bagaimana perasaannya, dan benar-benar duduk dan dengarkan apa yang dikatakannya," kata Neill Epperson, MD, Direktur Penn Center for Women's Behavioral Wellness di University of Pennsylvania. 

Bertanya adalah kunci, karena seorang ibu baru mungkin ragu-ragu untuk membagikan perasaan negatifnya sendiri. "Dia mungkin khawatir tidak melakukan yang terbaik sebagai seorang ibu," kata Epperson.

3. Anda bukanlah dokter atau terapis pasangan Anda
Jika Anda mencurigai pasangan Anda mungkin memiliki gejala PPD, ingat bahwa PPD adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian medis profesional. Itu bukan sesuatu yang bisa Anda selesaikan sendiri. 

Itu berlaku jika Anda mencurigai Anda memiliki PPD juga. pasangan Anda ada di sana untuk mendengarkan Anda dan memberikan dukungan, tetapi mereka tidak bisa untuk merawat Anda. Hanya seorang profesional medis berlisensi yang dapat melakukannya.


(Meskipun tidak banyak data yang tersedia tentang kasus PPD pada ayah, satu studi mengatakan bahwa sekitar 10 persen dari ayah baru dapat mengalaminya juga. Foto: Heidy Sequera/Unsplash.com)

4. Dukungan memberikan dampak yang besar
Kelelahan yang sangat ekstrem, menarik diri dari lingkungan sosial dan kurangnya dukungan adalah pemicu terjadinya PPD. Meskipun Anda atau pasangan Anda menemui terapis atau melakukan pengobatan, Anda berdua mungkin perlu membuat beberapa perubahan di rumah. 

Berikan dukungan kepada pasangan Anda untuk melalui PPD yang dialaminya tersebut. Namun jika Anda yang mengalaminya, mintalah bantuan kepada pasangan, teman, atau keluarga. 

5. Selalu ada untuk satu sama lain
Sangat mudah bagi orang tua baru untuk menghabiskan semua energi mereka kepada bayi baru. Tetapi jangan berfokus pada si kecil sampai Anda akhirnya mengabaikan pasangan Anda, atau kesehatan mental Anda sendiri. Epperson menyarankan untuk menyapa pasangan dengan menanyakan bagaimana hari mereka. Atau hal-hal kecil lainnya. 







(TIN)