Amankah Remaja Mengosumsi Suplemen Protein?

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 04 Jul 2018 11:00 WIB
perkembangan remaja
Amankah Remaja Mengosumsi Suplemen Protein?
Cara tersehat bagi remaja untuk mendapatkan protein ekstra adalah dari makanan. (Foto: Joshua Rawson-Harris/Unsplash.com)

Jakarta: Suplemen protein menjadi salah satu cara penunjang mendapatkan postur tubuh atletis. Namun, apakah cara tersebut aman diterapkan oleh kelompok remaja?

Dikutip dari Sskdrmanny, mengonsumsi suplemen menyulitkan terwujudnya diet seimbang. Sebab, asupan yang mengandung asam amino esensial tersebut membuat kadar protein yang diterima oleh tubuh berlebih, khususnya kelompok usia dibawah 14 tahun.

Berdasarkan rekomendasi The Institute of Medicine’s, kebutuhan kadar protein kelompok remaja yaitu 34 gram untuk anak usia 13 tahun; 46 gram untuk gadis berusia 14 tahun 18 tahun. Sementara, kebutuhan kadar protein untuk remaja pria berusia 14-18 tahun sebesar 52 gram. 

Sedangkan, kadar protein dalam satu sendok (scoop) sebanyak 24 gram. Selain mengonsumsi suplemen, kita juga mengonsumsi asupan lainya, seperti segelas susu (8 gram protein), hamburger (18 gram protein).

Jika kelompok remaja mengonsumsi protein berlebihan maka dapat menyebabkan masalah ginjal. Mereka juga dapat kehilangan kalsium dari tulang karena tubuh melawan pH asam yang disebabkan oleh kelebihan protein.


(Salah satu kombinasi untuk mendapatkan protein ekstra dari makanan yaitu daging tanpa lemak, telur, susu, ikan, kacang, dan biji-bijian. Anda juga bisa menambahkan yogurt Yunani dengan beberapa sendok makan biji chia dan buah beku. Foto: Lily Banse/Unsplash.com)

(Baca juga: Efek Samping Suplemen Protein)

Hal lain yang perlu dipertimbangkan tentang bubuk protein adalah mengandung laktosa yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dalam artikel yang berjudul "Protein Supplements for Teens: Are They Safe?" kandungan ini membuat 60 persen orang kehilangan kemampuan mencerna susu. 

"Tidak hanya itu, terdapat beberapa suplemen karena mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memicu homon yang tentunya mendatangkan malapetaka, contoh menumbuhkan rambut wajah pada wanita dan pertumbuhan payudara pada pria," sebut laman yang sama.

Oleh karenanya, bijaklah mengonsumsi suplemen protein, khususnya kelompok remaja. Cara tersehat bagi remaja untuk mendapatkan protein ekstra adalah dari makanan. 

Salah satu kombinasi untuk mendapatkan protein ekstra dari makanan yaitu daging tanpa lemak, telur, susu, ikan, kacang, dan biji-bijian. Anda juga bisa menambahkan yogurt Yunani dengan beberapa sendok makan biji chia dan buah beku.

Ketika sudah mendapatkan protein dari makanan utuh, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin, mineral, dan lemak sehat. Hal itu perlu dilakukan agar tubuh dapat melakukan tugasnya dengan baik.





(TIN)