Dampak Jangka Panjang Pasca Melahirkan yang Sering Diabaikan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 04 Apr 2018 11:13 WIB
studi kesehatan
Dampak Jangka Panjang Pasca Melahirkan yang Sering Diabaikan
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah survei dari Mumsnet’s Campaign for Better Postnatal Care menemukan bahwa banyak ibu berjuang untuk mengatasi dampak jangka panjang melahirkan.

Survei yang melibatkan para ibu yang melahirkan antara 2013-2016 tersebut menyebutkan bahwa sepertiga (36 persen) dari mereka merasa tak nyaman berhubungan seksual beberapa bulan setelah melahirkan. 

Namun, hanya empat persen yang merasa mendapatkan perawatan medis yang bagus dan 13 persen merasa mendapatkan perawatan yang memadai. 

Sayangnya, mayoritas dari mereka (sekitar 75 persen) tidak ditanyai seputar hal tersebut. 

Hasil survei juga menyebutkan bahwa 42 persen wanita mengalami masalah pencernaan seperti kontinensia. 

Menariknya, sekitar seperempat atau 24 persen percaya bahwa meskipun NHS menganggap kontinensia dan seks yang baik penting bagi ibu baru, hal tersebut bukanlah prioritas mereka. 

Lebih lanjut, 15 persen mengatakan bahwa pendapat NHS yang berpikir bahwa kelahiran menyebabkan seks yang lebih buruk bagi sebagian wanita dan inkontinensia ringan, memang benar. 

Survei Mumsnet juga menemukan bahwa lebih dari sepertiga (34 persen) wanita yang melakukan operasi caesar menyatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup perawatan setelah perawatan luka atau cedera pada minggu-minggu setelah kelahiran.

"Bagi kebanyakan ibu, untungnya, kelahiran berarti bayi; tetapi itu juga berarti air mata dan luka, dan untuk beberapa hal itu bisa berarti gejala tidak nyaman seks, inkontinensia atau prolaps yang berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun," kata pendiri Mumsnet, Justine Roberts.

Ia melanjutkan, dibutuhkan percakapan jujur ??tentang arti melahirkan bagi sebagian ibu, dan apakah para wanita tersebut perlu mendiskusikannya dengan para petugas kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang efektif. 

"Perawatan pasca melahirkan telah menjadi 'relasi yang buruk' sejak lama, meskipun sejumlah besar wanita mengalami masalah tersebut mampu bertahan hingga enam-delapan minggu pasca-melahirkan," tukas Debra Bick, profesor praktik kebidanan berbasis bukti di King's College London

Ia menambahkan, semakin banyak bukti yang menunjukkan perlunya merencanakan dan mempromosikan perawatan setelah melahirkan yang memungkinkan perempuan untuk mendiskusikan kebutuhan kesehatan mereka dengan dokter yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai.

"Kami tidak bisa terus mengabaikan perawatan setelah melahirkan."


Lihat video:




(DEV)