Survei: 43 Persen Wanita Lebih Suka Pria Tak Berjanggut

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 06 Jun 2018 12:39 WIB
survei
Survei: 43 Persen Wanita Lebih Suka Pria Tak Berjanggut
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi yang dilakukan oleh bathroomtakeaway.co.uk menyebutkan bahwa 43 persen wanita akan menolak ajakan kencan pria berjanggut. Sementara, 61 persen wanita  tak keberatan dengan pria dengan dagu yang tak bersih. 

Di satu sisi, 13 persen pria di Inggris (sekitar empat juta orang) mengaku sadar bahwa mereka tak bisa menumbuhkan janggut penuh dan delapan persen (sekitar 2,6 juta orang) bahkan tak bisa menumbuhkan rambut di bagian wajah tersebut. 

Survei yang melibatkan 2.000 partisipan tersebut juga menyebutkan bahwa satu dari lima pria berjuang untuk menumbuhkan rambut dada. Sementara 10 persen dari mereka lebih memilih mencukurnya, tujuh persen memangkas dengan gunting, tiga persen waxing dan satu persen melakukan perawatan laser untuk menghilangkannya. 

Menariknya, para pria dari Irlandia Utara merasa paling tak nyaman dengan rambut tubuh mereka, dimana tiga perempat tak suka dengan bagian tubuh mereka karena ada rambut di daerah tersebut. 

"Jelas terlihat orang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk perawatan kulit dan penambahan rambut, seperti botox dan laser," ujar Julian Smith selaku direktur manajer di situs tersebut. 

"Orang lebih memikirkan penampilan mereka dibandingkan mengikuti mode terbaru."

Bukti lain yang menunjukkan bahwa janggut tak terlalu diminati adalah eksperimen seorang model pria dalam media sosial Tinder. Ben Southerst dari Earls Court, London, mengganti foto profil beberapa kali dengan penampilan berbeda seperti menggunakan janggut tipis atau janggut tebal. Hasilnya, ia menerima paling banyak kecocokan saat foto profilnya bersih tanpa janggut. 

"Saya mendapat respon yang fenomenal dan saya sangat tersanjung bahwa begitu banyak wanita ingin berkencan dengan saya," katanya.

"Kurasa cukur bersih membuatku terlihat lebih muda dan kupikir itu mungkin bisa membantumu mendapatkan kecocokan di situs seperti Tinder."





(DEV)