Penderita Kanker Butuh Asupan Gizi 150 Persen Lebih Banyak dari Orang Sehat

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 30 Aug 2017 09:20 WIB
kanker
Penderita Kanker Butuh Asupan Gizi 150 Persen Lebih Banyak dari Orang Sehat
Kebutuhan lemak pada pasien kanker sebaiknya ditingkatkan, terutama untuk lemak yang mengandung omega-3 yang memiliki banyak kandungan baik bagi tubuh. (Foto: Brooke Lark/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nutrisi adalah zat kimia dalam makanan yang berguna untuk memelihara tubuh. Pada mereka yang tengah dalam keadaan tak sehat, tentunya asupan nutrisi yang dibutuhkan lebih banyak.

Hal tersebut juga berlaku pada penderita kanker, yang tubuhnya justru mengalami kontradiksi karena kehilangan selera makan akibat berbagai faktor seperti pasca-pengobatan, masalah psikologis, hingga karena kanker itu sendiri.



Beberapa penghambat lain masuknya nutrisi dalam tubuh penderita kanker adalah tak ada tenaga dan lemah, rasa pengecapan berbeda, mual dan muntah, sulit menelan, diare, konstipasi, hingga cepat kenyang.

"Padahal, penderita membutuhkan jauh lebih banyak nutrisi untuk melawan kankernya, sekitar 60-150 persen dari orang sehat," tukas Dokter Gizi Klinik DR. Dr Fiastuti Witjaksono MSc, MS, SpGK dalam peluncuran minuman nutrisi Supportan, Selasa (29/8/2017).

(Baca juga: 7 Gejala Kanker yang Sering Diabaikan)

Ia melanjutkan, metabolisme pada penderita kanker dengan orang sehat juga tak sama lagi. Misalnya, di saat kekurangan karbohidrat, metabolisme penderita kanker tak bisa mengubah lemak yang dimiliki untuk menjadi energi karena adanya ganguan dalam glukosa. Padahal, pada dasarnya lemak bisa diolah menjadi energi bila metabolisme normal.



Di satu sisi, hal tersebut memguntungkan karena membuat sel kanker tidak mendapat asupan makanan. "Jika lebih banyak lemak dalam tubuh, maka sel kanker tak bisa memakannya sehingga tak bisa tumbuh."

Ia menyimpulkan, kebutuhan lemak pada pasien kanker sebaiknya ditingkatkan, terutama untuk lemak yang mengandung omega-3 yang memiliki banyak kandungan baik bagi tubuh seperti anti-inflamasi, anti-katabolik, dan meningkatkan efektivitas pada first line kemoterapi. "Jika pada orang sehat membutuhkan 30 persen lemak dalam asupan makan, pada penderita kanker disarankan 40 persen," tutupnya.











(TIN)