Benarkah Diet Alkalin Baik untuk Tubuh?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 06:00 WIB
diet
Benarkah Diet Alkalin Baik untuk Tubuh?
Diet alkalin adalah pola makan yang berfokus pada makanan yang bersifat basa dan menghindari makanan asam seperti buah-buahan sitrus. (Foto: Locari.jp)

Metrotvnews.com, Jakarta: Diet alkalin memang belum seterkenal diet mayo atau diet OCD, namun ampuhkah jenis pengaturan makan yang berfokus pada penyeimbangan asam dan basa dalam tubuh ini?

Diet alkalin adalah pola makan yang berfokus pada makanan yang bersifat basa dan menghindari makanan asam seperti buah-buahan sitrus.



"Ada juga yang bilang hindari makan buah setelah makan karena sifatnya basa. Tak ada cerita seperti itu," imbuh dr. Samuel Oetoro, MS SpGK (K) dalam peluncuran Herbilogy, Selasa (18/7/17) lalu.

(Baca juga: Tiga Fakta Seputar Program Diet)

Ia menjelaskan, pada dasarnya lambung bisa menampung segala jenis makanan. Dalam organ tersebut, terdapat HCl (asam lambung) yang bertugas untuk menghancurkan makanan yang masuk. Karena bersifat kuat, semua makanan yang dihancurkan akan menjadi asam. 

Setelah hancur, makanan diturunkan ke organ usus 12 jari yang memiliki enzim pencernaan yang bersifat basa. Disinilah makanan menjadi netral karena adanya percampuran antara basa dan asam. 

"Saat sari makanan diserap ke dalam darah, maka sifatnya sudah netral," tukasnya. 



Namun, beberapa jenis orang memiliki kadar basa atau asam yang lebih tinggi. Mengapa bisa demikian?

"Biasanya itu karena fungsi paru-paru dan ginjalnya sudah rusak sehingga darahnya bisa bersifat condong salah satu. Solusi yang diberikan adalah memberikan cairan yang sifatnya berlawanan," jawab dokter yang praktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi tersebut.









(TIN)