Penderita Diabetes Disarankan Mempersiapkan Diri Sebelum Berpuasa

   •    Senin, 15 May 2017 16:33 WIB
diabetes
Penderita Diabetes Disarankan Mempersiapkan Diri Sebelum Berpuasa
Penyandang diabetes perlu mengkonsumsi asupan pengganti makanan yang lengkap dan seimbang. Foto: netdoctor

Metrotvnews.com, Jakarta: Penderita diabetes saat ini tak lagi didominasi oleh mereka yang berusia lanjut. Awal usia 20-30 tahunan, diabetes bisa menyerang siapa saja.

"Jadi seperti fenomena gunung es, yang terlihat hanya atasnya saja. Padahal di bawahnya banyak dan usia 20-30 tahunan orang sudah menderita diabetes," ujar spesialis Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes dr. Dante Harbuwono, dalam Metro i-Care, Minggu 14 Mei 2017.

Menjelang bulan suci Ramadan, tentunya umat muslim di seluruh dunia berkewajiban untuk menjalankan rukun Islam keempat itu. Namun bagaimana dengan mereka yang menderita diabetes?

Menurut Dante, penderita diabetes memang disarankan untuk mempersiapkan diri jauh hari sebelum Ramadan tiba. Paling tidak dua bulan sebelum Ramadan, penderita diabetes harus memastikan apakah dirinya mampu berpuasa atau tidak.

"Semua orang harus menyadari puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Tapi apa implikasi yang terjadi saat itu terutama untuk orang diabetes," katanya.

Dante mengatakan penderita diabetes yang berpuasa sudah tentu kalorinya akan dibatasi. Sementara kondisi itu dapat menaikkan atau bahkan menurunkan gula darah.

Penderita harus menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya ketika dia berpuasa. Biasanya di akhir minggu pertama hingga minggu kedua berat badan akan turun sampai akhir Ramadan. Pola makan yang berubah dapat berimplikasi pada gula darah selama keseharian terutama pada saat dia berpuasa.

"Karena waktu pemberian obat dan makan itu terkait kadar gula darah yang terukur. Ada yang turun, ada beberapa pasien dengan berpuasa justru gula darahnya naik. Bahkan bisa sampai komplikasi akut yang bisa disebabkan gula darah turun atau naik," ungkap Dante.

Ketika gula darah turun, kata Dante, penderita akan merasa pusing, lapar, dan keringat dingin sementara saat gula darah naik bisa terjadi komplikasi akut, apalagi jika kenaikannya sangat tinggi.

Pasien akan mengalami ketoacidosis yang ditandai sesak napas karena darahnya menjadi asam akibat metabolisme gula memecah lemak. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah serangan jantung yang terjadi saat penderita mengalami dehidrasi.

"Karenanya, meski puasa adalah kewajiban untuk muslim, berpuasa atau tidak, penderita diabetes harus berkonsultasi lebih dulu supaya dokter bisa memberikan petunjuk apakah dia boleh dan tidka boleh berpuasa," jelasnya.




(MEL)