Berhenti Merokok dan Manajemen Stres Bisa Cegah Demensia

Nia Deviyana    •    Senin, 24 Jul 2017 11:14 WIB
studi kesehatan
Berhenti Merokok dan Manajemen Stres Bisa Cegah Demensia
(Foto: The Health Site)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengelola kesehatan seperti menjaga tekanan darah normal, memanajemen stres, dan menghindari rokok dapat mencegah risiko demensia atau menurunnya kemampuan kognitif.

"Mengurangi faktor risiko adalah cara ampuh untuk menekan beban demensia global. Dengan meningkatkan kesadaran sejak awal serta mengatasi gangguan pendengaran, hipertensi, dan obesitas di usia paruh baya, risiko demensia bisa dikurangi hingga 20 persen," jelas Lon Schneider, Professor di University of Southern California seperti dilansir The Health Site.

Namun, terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Dengan berhenti merokok, mengobati depresi, meningkatkan aktivitas fisik, mengelola diabetes, dan meningkatkan hubungan sosial, risiko demensia bisa dikurangi sebanyak 15 persen meski seseorang telah memasuki lebih dari usia paruh baya.

Hampir 47 juta orang di seluruh dunia mengalami demensia. Pada 2030, jumlahnya diperkirakan meningkat sebanyak 66 juta, dan pada 2050, mencapai 115 juta.

Studi ini juga menyoroti efek menguntungkan dari terapi nonfarmakologis seperti meningkatkan hubungan sosial dan olahraga bersama untuk penderita demensia.

Intervensi psikologis dengan meningkatkan kontak sosial di lingkungan terbukti lebih unggul daripada obat antipsikotik untuk mengobati agitasi dan agresi demensia. Selain itu, pengobatan ini juga menguntungkan untuk meningkatkan kognisi.

Obat antipsikotik memang efektif mengobati agitasi dan agresi demensia, tetapi ada kekhawatiran substansial mengingat penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian, memberi efek samping berbahaya, dan infeksi kardiovaskular.




(DEV)