Cara Tepat Penanganan Pasca Anak Terkena PCC

Yatin Suleha    •    Rabu, 20 Sep 2017 15:57 WIB
pil maut pcc
Cara Tepat Penanganan Pasca Anak Terkena PCC
Bagaimana tindakan tepat ketika anak mengonsumsi PCC? Simak informasinya. (Foto: Andrew Robles/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Belum lama ini, kita dihebohkan dengan pemberitaan mengenai banyaknya anak yang sakit, overdosis bahkan meninggal akibat mengonsumsi pil PCC. Sebuah obat jenis Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC), yang merupakan pil oplosan yang terdiri dari tiga macam obat, yaitu Paracetamol 160 mg, Cafein 32 mg, dan Carisoprodol 200 mg. 

Efek overdosis PCC bisa menimbulkan kejang, kerusakan hati, gangguan kejiwaan, bahkan kematian ini merebak di Kendari, Sulawesi Tenggara.

(Baca juga: Mengenal PCC, Obat Nyeri yang Sebabkan Kecanduan)

Dan tidak ada satu orangtua pun yang menginginkan hal tersebut menimpa anaknya. Namun, jika hal tersebut terjadi, maka pendapat psikolog klinis anak, Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog, selaku Direktur Mentari Anakku saat ditemui Metrotvnews.com dalam acara soft launching "Game Anak Sholeh" di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (20/9/2017) mengatakan bahwa bagi orangtua yang menemukan anaknya mengalami adanya perubahan tingkah laku setelah terkena PCC yang harus dibenahi. 

"Ketika ada efek-efek tertentu secara psikologis yang cukup serius misalnya, si anak jadi berubah secara kepribadian, atau jadi susah tidur (setelah terkena pil PCC), atau anak jadi lebih pendiam atau mengalami mimpi buruk terus serta tingkah laku yang berubah, itu berarti perlu bantuan profesional (dokter dan psikolog) untuk membantunya," ujar Firesta.

Yang tak kalah penting menurut Firesta adalah pendampingan orangtua yang selalu harus mendukung anak. Karena hal ini bisa saja bagi mereka, hanya sekedar coba-coba saja.

"Jangan sampai si anak merasa masa depannya sudah hancur (karena sempat terkena PCC tersebut). Dan jangan sampai si anak jadi kehilangan self-esteem (kepercayaan dirinya) setelah hal tersebut menimpanya. Untuk itu peran orangtua mendampingi serta bantuan profesional dibutuhkan," ujar Firesta.
















(Psikolog klinis anak, Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog sekaligus Direktur Mentari Anakku) 









(TIN)