Studi: Pengering Tangan Berisiko Menyebarkan Bakteri Lebih Luas

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 14 Apr 2018 13:12 WIB
studi kesehatan
Studi: Pengering Tangan Berisiko Menyebarkan Bakteri Lebih Luas
Studi: Pengering Tangan Berisiko Menyebarkan Bakteri Lebih Luas (Foto: istock)

Jakarta: Saat ini, kebanyakan toilet di ruang publik menyediakan mesin pengering tangan untuk membuat tangan lebih cepat kering dan lebih praktis. Padahal, sebuah studi menemukan bahwa hal tersebut dapat berisiko lebih besar dalam menyebarkan bakteri manusia.

Sebuah penelitian dari University of Connecticut mencari tahu sejauh mana pengering tangan menyemprotkan bakteri berbahaya saat digunakan.

Studi yang dipublikasi dalam Applied and Environmental Microbiology tersebut menilai pengering di kamar mandi pria dan wanita di tiga area terpisah. Mereka menggunakan piring untuk mengumpulkan bakteri yang dipancarkan dari pengering tangan.

Hasilnya, piring yang terkena udara pengering tangan selama 30 detik mengumpulkan sekitar 18 hingga 60 koloni bakteri. Sementara, lempeng yang hanya ditempatkan di kamar mandi dengan kondisi kipas angin dinyalakan selama 20 menit, mengumpulkan rata-rata 15 hingga 20 koloni bakteri.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pengering tangan yang pas dengan filter HEPA (efisiensi tinggi partikulat udara) dapat mengurangi jumlah bakteri yang didistribusikan oleh pengering tangan.

Namun, piring ternyata masih mengumpulkan bakteri bahkan ketika pengering dilengkapi dengan filter HEPA, yang memperkuat argumen bahwa pengering tangan akan selalu menimbulkan risiko kesehatan potensial.

"Hasil ini menunjukkan bahwa banyak jenis bakteri, termasuk patogen potensial dan spora, dapat disimpan di tangan yang terpapar pengering tangan kamar mandi dan spora itu dapat tersebar di seluruh bangunan dan tersimpan di tangan," kata studi tersebut.

 


(ELG)