Angka Kanker Mulut dan Faring pada Usia Muda Meningkat

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 28 Jul 2018 12:39 WIB
kanker
Angka Kanker Mulut dan Faring pada Usia Muda Meningkat
Angka Kanker Mulut dan Faring pada Usia Muda Meningkat (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa 30-40 persen pria dan 11-16 persen wanita di India menderita kanker pada bagian kepala dan leher.

Ahli onkologi bedah Gautam Mukhopadhyay menyebutkan bahwa perilaku gaya hidup seperti mengunyah tembakau, daun sirih dan juga merokok tetap menjadi alasan utama untuk tingginya insiden penyakit tersebut.

Menurut P.N. Mahapatra, seorang ahli onkologi senior dan wali senior masyarakat, jumlah maksimum kanker mulut terlihat pada pasien setelah usia 55 tahun.

"Tapi ada kecenderungan yang mengkhawatirkan terhadap populasi pasien yang lebih muda. Keganasan kelenjar tiroid yang mempengaruhi semua kelompok usia juga meningkat dan India berada di urutan kedua dalam prevalensi kanker esofagus setelah China."

Ahli onkologi senior lainnya, Aniruddha Dam mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk registri kanker berdasarkan populasi untuk kanker kepala dan leher, dan masyarakat bertujuan untuk menjangkau jumlah rumah sakit secara maksimal dalam hal itu.

Dia juga mengatakan bahwa pelatihan dokter yang akan datang akan membantu dalam diagnosis dini dan memberikan perawatan terbaik untuk pasien kanker kepala dan leher.

Gejala kanker kepala dan leher bisa berupa bisul yang menetap di dalam mulut, perubahan suara, masalah menelan makanan, benjolan tanpa rasa sakit di dalam leher selama hampir 4 minggu, batuk kronis, pendarahan dari telinga, hidung atau tenggorokan dan sebagainya.

 


(ELG)