Tindakan Minimal Invasif Bantu Pemulihan Operasi Kanker Usus Lebih Cepat

Raka Lestari    •    Kamis, 26 Jul 2018 15:31 WIB
kamus kesehatan
Tindakan Minimal Invasif Bantu Pemulihan Operasi Kanker Usus Lebih Cepat
(Foto: Healthline)

Jakarta: Kanker usus besar atau kanker kolorektal adalah kenis kanker yang sering dijumpai hampir di semua kalangan usia, terurama pada usia lanjut. Tetapi dalam satu dekade terakhir, terjadi peningkatan sebesar 30-35 persen penderita kanker usus besar di usia muda atau kurang dari 50 tahun. 

Kanker usus besar diawali dengan pertumbuhan sel pada lapisan usus paling dalam (mukosa) yang disebut polip adenoma. Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah, namun seringkali tidak menunjukkan gejala apapun pada penderitanya sehingga semakin lama pertumbuham sel kanker berubah menjadi penyakit yang ganas. 

"Pada tahap awal, tidak terlalu tampak gejalanya Hal ini membuat banyak penderita kanker usus besar datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah kronis dan upaya pengobatan pun menjadi sulit. Padahal kunci utama keberhasilan penanganan kanker usus besar adalah ditemukannya kanker dalam stadium awal, agar terapi dan tindalan dapat dilaksanakan secara kuratif," ujar dr Wifanto Sadityo Jeo, Sp.B-KBD, dokter spesialis bedah digestif Siloam Hospitals Kebon Jeruk. 

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, proses pengangkatan kanker usus besar pun tidak lagi harus menggunakan metode konvensional, bisa juga dengan menggunakan prosedur laporoskopi minimal invasif. 

Prosedur laparoskopi minimal invasif merupakan prosedur pengangkatan kanker pada usus besar dimana dokter hanya perlu membuat sayatan kecil untuk memasukkan instrumen bedah khusus melalui pembedahan modern yang dikenal dengan Minimal Invasive Surgery Center (MISC). 

Keuntungan paling signifikan dari prosedur laparoskopi MISC adalah sayatan yang dibuat lebih kecil maka rasa sakir yang dialami pun akan semakin berkurang, kebutuhan untuk obat nyeri setelah operasi pun dalam dosis yang kecil sehingga mengurangi efek samping pada umumnya. 

"Adhesi atau perlekatan dalam perut akan lebih minimal karena manipulasi usus lebih sedikit dibandingkan operasi biasa. Lama rawat di rumah sakit juga semakin singkat karena pemulihan paska operasi pun lebih cepat," tutup dr Wifanto.

 


(DEV)