Dampak Mendengarkan Musik Buat Tubuh

Dhaifurrakhman Abas    •    Selasa, 04 Dec 2018 15:08 WIB
psikologi
Dampak Mendengarkan Musik Buat Tubuh
Ritme dan karakteristik lain dari lagu dapat memodulasi detak jantung dan aktivitas jaringan saraf otak. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Mendengar musik bisa bermanfaat buat tubuh. Mendengarnya merupakan cara mudah sekaligus ampuh untuk mengubah suasana hati seseorang.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan mendengar musik dapat menangkis depresi. Selain itu, musik bisa meningkatkan aliran darah si pendengar dengan cara yang mirip dengan statin, obat kolesterol.

"Mendengar musik bisa menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan stres seperti kortisol. Mudik juga dapat meningkatkan hasil pasca operasi," kata Kim Innes, seorang profesor epidemiologi di West Virginia University’s School of Public Health, dikutip Time.

Menurut Innes, musik mengaktifkan sistem neurokimia yang berada pada struktur otak secara selektif. Sistem pada otak ini yang berperan dalan mengatur suasana hati seseorang dengan cara dorongan perubahan.

Manfaat musik dia tuangkan dalam sebuah studi berjudul "Effects of Meditation versus Music Listening on Perceived Stress, Mood, Sleep, and Quality of Life in Adults with Early Memory Loss: A Pilot Randomized Controlled Trial (2016)."

"Kami menemukan bahwa mendengarkan musik dapat meningkatkan suasana hati, kesejahteraan dan meningkatkan langkah-langkah yang terkait dengan stres pada orang lanjut usia yang menderita penurunan kognitif," ujarnya.

Dalam studi itu, Innes bersama rekan-rekannya juga membandingkan manfaat musik dengan musik praktik yang digunakan untuk meditasi mental. Kedua jenis musik menunjukan hasil signifikan dalam mengubah suasana hati dan kualitas tidur subyek yang diteliti.


("Mendengar musik bisa menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan stres seperti kortisol. Mudik juga dapat meningkatkan hasil pasca operasi," kata Kim Innes, seorang profesor epidemiologi di West Virginia University’s School of Public Health, dikutip Time. Foto:Leio McLaren/Unsplash.com)

(Baca juga: Musik Memicu Semangat Berolahraga)

“Meditasi dan mendengarkan musik adalah alat yang berpotensi kuat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Jika ide untuk mendengarkan musik lebih praktis bagi Anda daripada bermeditasi, maka temuan ini adalah berita bagus," ungkap Innes.

Tetapi musik juga dapat mengganggu ketenangan dan meningkatkan stres. Musik yang salah dapat mempromosikan ruminasi atau keadaan mental yang tidak membantu ketenangan.

Dalam studi berjudul "Maladaptive and adaptive emotion regulation through music: a behavioral and neuroimaging study of males and females (2015)" dari Finlandia menemukan bahwa musik dapat meningkatkan emosi negatif seperti kemarahan, agresi, atau kesedihan.

Ritme dan karakteristik lain dari lagu dapat memodulasi detak jantung dan aktivitas jaringan saraf otak.

"Trek dengan tempo yang lambat, progresi cenderung menenangkan. Sementara musik yang kacau dengan tempo yang cepat cenderung memiliki efek sebaliknya," ujar Daniel Levitin, seorang profesor psikologi yang meneliti ilmu saraf kognitif musik di McGill University di Kanada.

Meski begitu, penelitian tersebut masih mendapatkan kritik. Levitin mengatakan bahwa dia menemukan orang-orang yang mendengarkan musik aliran keras seperti AC / DC dianggap sebagai musik relaksasi bagi sebagian penikmat musik.

"Ini adalah orang-orang yang biasanya mendengarkan tempo cepat. Sehingga bagi mereka AC / DC menenangkan. Sehingga dampak musik tak berlaku sama untuk semua orang," tandasnya.




(TIN)