Dehidrasi Picu Perut Kembung?

Torie Natalova    •    Kamis, 28 Dec 2017 14:32 WIB
kesehatan pencernaan
Dehidrasi Picu Perut Kembung?
Konsultan pencernaan di RS St. Mark Ayesha Akbar menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa perut bisa kembung dan membuat Anda tak nyaman. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Anda pasti sering mengira bahwa perut kembung disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh. Tetapi, perut kembung sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh makanan.

Konsultan pencernaan di RS St. Mark Ayesha Akbar menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa perut bisa kembung dan membuat Anda tak nyaman.

1. Penyakit radang usus
Penyakit radang usus adalah gangguan peradangan kronis pada usus. Jika Anda merasakan gejalanya seperti diare, darah di kotoran, sakit perut atau penurunan berat badan, ini bisa jadi Anda terkena radang usus. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kembung karena gas yang terperangkap dalam perut Anda.

2. Sindrom iritasi usus
Sistem pencernaan terdiri dari sistem saraf yang rumit. Sindrom iritasi usus disebabkan oleh hilangnya koordinasi dalam sistem ini dan cara kerja usus. 

3. Dehidrasi
Minum banyak air dapat membantu mengurangi kemungkinan kembung karena dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menghentikan pencernaan. Bila tubuh mencoba menyeimbangkan efek dari dehidrasi ini menahan kelebihan air sehingga perut akan terasa kembung.

4. Kurang tidur
Kurang tidur tak hanya membuat Anda lebih emosional keesokan harinya tapi juga mengganggu sistem pencernaan. Karena, kurang tidur membuat tubuh melepaskan hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini dapat mengganggu sistem pencernaan sehingga memicu kembung dan konstipasi.


(Konsultan pencernaan di RS St. Mark Ayesha Akbar menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa perut bisa kembung dan membuat Anda tak nyaman. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Trik Jitu Mengatasi Perut Kembung)

5. Perubahan hormonal
Premenstrual syndrome (PMS) dapat menyebabkan perut kembung karena ini membuat Anda rentan terhadap sembelit dan retensi cairan. Tapi, perut kembung bisa terjadi pada tahap sebelum, selama, atau setelah siklus haid. Pada masa awal siklus haid, kadar estrogen meningkat sementara laisan rahim mengental. Ini dapat menyebabkan kembung yang bisa semakin kuat saat ovulasi terjadi.

6. Alergi makanan atau sensitivitas
Alergi makanan, peka atau intoleransi dapat menyebabkan kembung. Masalahnya, sangat sulit untuk mendeteksi makanan mana yang dapat memicu masalah ini. Tapi, biasanya makanan paling umum yang menyebabkan kembung adalah produk susu dan makanan yang mengandung gluten.

7. Konstipasi
Sembelit dapat menyebabkan kotoran tetap ada di usus. Inilah yang membuat Anda sakit perut, tidak nyaman atau susah buang angin. Sembelit disebabkan terlalu sedikit mengonsumsi serat, kurang air putih, kurang olahraga, efek samping obat atau stres.

8. Makan terlalu cepat
Jika makan terlalu cepat, kemungkinan udara yang masuk cukup banyak sehingga membuat perut Anda kembung.









(TIN)