Pasien Penyakit Ginjal Didominasi Usia Produktif

   •    Senin, 02 Oct 2017 15:10 WIB
kesehatan
Pasien Penyakit Ginjal Didominasi Usia Produktif
Ilustrasi. Sejumlah pasien gagal ginjal kronik menjalani proses cuci darah menggunakan perangkat hemodialisis atau ginjal buatan di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsultan Ginjal Hipertensi dr. Hery Emria menyebut angka kejadian penyakit ginjal di Indonesia termasuk tinggi. Satu dari delapan orang di Indonesia mengalami gangguan ginjal.

"Penderita penyakit ginjal di Indonesia kurang lebih 12,5 persen. Kalau diibaratkan satu dari delapan orang menderita ginjal," ungkap Hery, dalam Metro I-Care, Minggu 10 Oktober 2017.

Dokter spesialis penyakit dalam itu mengatakan tidak ada batasan usia seseorang bisa terkena penyakit ginjal. Anak-anak hingga dewasa bisa terserang penyakit yang disebut silent killer itu.

Namun dari sekian banyak kasus, mayoritas penyakit ginjal diderita oleh mereka yang berada di usia produktif. Mayoritas mereka berada di bawah usia 40 tahun.

"Penyakit ginjal itu dapat menyerang segala usia, baik yang tua maupun muda. Pada bayi juga bisa saja," kata Hery.

Hery mengatakan pada usia muda, penyakit ginjal umumnya terjadi karena faktor turunan. Namun tak menutup kemungkinan perubahan pola hidup dan sering mengonsumsi obat-obatan yang berlebihan bisa menurunkan fungsi bahkan membahayakan ginjal.

Meskipun hanya bisa diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium, gejala penyakit ginjal umumnya ditandai dengan mual, muntah, hingga sesak napas. Tetapi, selama fungsi ginjal masih berada di fase 40 persen lebih, maka dinyatakan aman.

"Jadi sebenarnya itu manusia bisa hidup dengan satu ginjal. Dua ginjal berarti fungsinya 100 persen, sebelum fungsinya turun hingga di bawah 40 persen belum ada keluhan," jelasnya.




(MEL)