Studi: Jenis Obat Ini Dianggap Dapat Meredakan Migrain

Raka Lestari    •    Senin, 04 Dec 2017 15:41 WIB
studi kesehatanmigrain
Studi: Jenis Obat Ini Dianggap Dapat Meredakan Migrain
Para peneliti menemukan bahwa fremanezumab, obat yang dirancang khusus untuk mencegah migrain dapat membantu para penderita migrain mengurangi jumlah serangan migrain. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Jika Anda pernah menderita migrain, Anda pasti tahu betapa menyakitkan dan sulitnya Anda beraktivitas jika mengalami migrain. Namun saat ini berkat adanya perkembangan dalam dunia kesehatan, sudah ditemukan obat yang telah terbukti dapat menghentikan gejala-gejala migrain. 

Menurut studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, pada penelitian yang melibatkan 1130 pasien yang menderita migrain kronis, para peneliti menemukan bahwa fremanezumab, obat yang dirancang khusus untuk mencegah migrain dapat membantu para penderita migrain mengurangi jumlah serangan migrain yang mereka rasakan hingga setengahnya dalam waktu satu bulan. 

Peneliti membagi pasien menjadi tiga kelompok: Satu kelompok yang menerima pengobatan setiap tiga bulan sekali, satu kelompok mendapat pengobatan sebulan sekal dan kelompok lain hanya diberikan vitamin biasa.


(Para peneliti menemukan bahwa fremanezumab, obat yang dirancang khusus untuk mencegah migrain dapat membantu para penderita migrain mengurangi jumlah serangan migrain. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Perbedaan Sakit Kepala Biasa dan Migrain)

Hasilnya menunjukkan sebanyak 38 persen pasien dari kelompok yang diberikan pengobatan setiap tiga bulan sekali mengalami penurunan frekuensi serangan migrain mereka sebanyak setengahnya, sedangkan pada kelompok pengobatan sebulan sekali sebanyak 41 persen pasien dan 18 persen dari pasien yang hanya diberikan vitamin. 

Tingkat pengurangan sebenarnya berbeda-beda pada setiap pasien. "Kami melihat beberapa pasien dengan pengurangan migrain 100 persen, yang lainnya mengalami penurunan 75 persen," ujar Stephen D. Silberstein, M.D., salah satu peneliti dalam studi tersebut, seperti ditulis pada Refinery29.com

"Pengobatan ini menawarkan harapan baru bagi orang-orang yang migrannya tidak dapat diobati dengan obat yang ada," ujar Dr. Silberstein. "Jika disetujui, pengobatan ini akan memberi dokter alat baru yang penting untuk membantu mencegah migrain, mengurangi beban migrain pasien, dan berpotensi membantu pasien kembali normal."










(TIN)