Digelar di Semarang, BKGN Tanamkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

M Studio    •    Jumat, 07 Oct 2016 22:03 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Digelar di Semarang, BKGN Tanamkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak
Tahun ini BKGN di kota Semarang diadakan di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), 6-8 Oktober 2016 (Foto:Dok.Pepsodent)

Metrotvnews.com, Semarang: Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu ditanamkan sejak dini. Dalam hal ini dibutuhkan peran orang tua untuk mencegah kebiasaan yang dapat berakibat buruk terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut anak.

Untuk itu, Pepsodent berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh. BKGN telah dimulai pada 19 September 2016, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Rencananya, tahun ini BKGN diselenggarakan di 21 FKG yang mempunyai Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan 30 kota PDGI cabang di Indonesia.

Melalui BKGN, Pepsodent mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak.

Tahun ini BKGN di kota Semarang diadakan di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, yakni pada 6 hingga 8 Oktober 2016. Selama tiga hari, warga Semarang diberi kesempatan melakukan pemeriksaan serta perawatan di RSGM UNISSULA secara gratis yang meliputi konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant. Acara BKGN kali ini diresmikan oleh Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si, Wakil Gubernur Jawa Tengah; drg. Suryono, S.H, M.M, Ph.D., Dekan FKG UNISSULA dengan disaksikan oleh Drg. Benni Benyamin, M.Biotek, Direktur RSGM FKG UNISSULA dan drg.Arimbi, Ketua PDGI Pengurus wilayah Jawa Tengah serta segenap civitas akademika UNISSULA. BKGN di Semarang menargetkan kunjungan 1.200 orang. Mereka yang datang akan dilayani 280 tenaga kesehatan gigi yang telah disiapkan oleh FKG UNISSULA.

Mengapa edukasi kesehatan gigi dan mulut sangat penting? Sebab, menurut data RISKESDAS 2013, dari 94,6 persen masyarakat Jawa Tengah yang telah menyikat gigi, baru 1,7 persen yang menyikat gigi secara benar, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang memprihatinkan yaitu 2,3 persen. Bila dikupas lebih lanjut, kajian data RISKESDAS 2013 juga menunjukkan 25,4 persen masyarakat Jawa Tengah memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru 7,9 persen menerima penanganan.

"BKGN di Universitas Islam Sultan Agung memberikan pelayanan, promotif, preventif serta kuratif. Dengan demikian, kami berharap masyarakat Semarang dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk mengenal dan mencegah sejumlah kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat di kota Semarang memanfaatkan kehadiran BKGN di RSGM UNISULLA,” ujar drg. Suryono, S.H, M.M, Ph.D., Dekan FKG Universitas Islam Sultan Agung.


(ROS)