Efek Samping Bakteri Streptokokus

Yatin Suleha    •    Jumat, 04 Nov 2016 08:00 WIB
kesehatan anak
Efek Samping Bakteri Streptokokus
PANDAS (pediatrics autoimune neuropsychiatric disorder associated with streptococcal infection) cukup jarang terjadi: 1 sampai 2 persen anak-anak mengidap OCD. (Foto: S3.amazonaws)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dapatkah sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus menyebabkan OCD (Obsessive-Compulsive Disorder)?

Jawaban singkatnya mungkin saja "ya", kata Madeline Cunningham, PhD, imunolog dari University of Oklahoma, seperti yang dilansir dalam laman parents. Kelainan yang dikenal sebagai PANDAS (pediatrics autoimune neuropsychiatric disorder associated with streptococcal infection) diperkirakan terjadi ketika respons imunitas anak-anak yang melawan bakteri tersebut mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan emosi, perilaku, dan pergerakan fisik. 

(Baca juga: Cara Deteksi Penyakit Tiroid pada Bayi)

PANDAS cukup jarang terjadi: 1 sampai 2 persen anak-anak mengidap OCD dan para ahli memperkirakan 10 sampai 30 persen kasus tersebut mungkin terkait dengan PANDAS.

Kelainan ini kerap dapat diobati, biasanya dengan rangkaian pengobatan antibiotik. Jika anak Anda tiba-tiba mengalami serangan menggernyet (semacam kedutan) atau perubahan perilaku setelah menderita radang tenggorokan, segera periksakan ke dokter anak Anda.





(TIN)