Indonesia Melakukan Penandatangan Kerja Sama dengan Belanda di Bidang Kesehatan

Raka Lestari    •    Rabu, 07 Nov 2018 08:05 WIB
menteri kesehatan
Indonesia Melakukan Penandatangan Kerja Sama dengan Belanda di Bidang Kesehatan
Menteri Kesehatan RI dan Menteri Negara Belanda masing-masing menyatakan ketertarikannya untuk kerja sama di bidang kesehatan. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Indonesia melakukan kerja sama di bidang kesehatan dengan Belanda.

Di sela-sela rangkaian acara Global Health Security Agenda (GHSA) yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farida Moeloek menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Kesehatan bersama Menteri Negara untuk Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda, Sybilla Dekker. 

“Secara umum, ini akan menjadi payung hukum adanya kerja sama kesehatan antara Indonesia dengan Belanda, secara detil bentuk kerja samanya nanti,” tutur Menkes Nila. 

"Saya mengharapkan perawat kami dapat dikirim ke Belanda. Mereka menyebut sistem ini dengan family doctor, jadi dokternya itu mendatangi keluarga. Mereka mendidik perawat itu untuk memelihara dan mengayomi pasien, misalnya ia mengunjungi keluarga untuk melakukan cek darah dan memerhatikan obat-obatnya," lanjut Menkes Nila. 

(Baca juga: Beda Layanan Kesehatan Indonesia dengan Negara Lain)


(Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farida Moeloek menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Kesehatan bersama Menteri Negara untuk Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda, Sybilla Dekker. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Menteri Kesehatan RI dan Menteri Negara Belanda masing-masing menyatakan ketertarikannya untuk kerja sama di bidang kesehatan antara lain: (1) Kerja sama Penguatan Sistem Kesehatan, khususnya Pelayanan Kesehatan Lansia; (2) Kerja sama Pengendalian Penyakit Menular, termasuk resistensi antimikroba; dan (3) Kerja sama di bidang Ketahanan Kesehatan Global.

Satu hal lagi yang ingin dilakukan Menkes Nila dalam penandatanganan dengan Belanda adalah sistem joint venture investasi. Di mana Indonesia bisa dimampukan dalam membuat beberapa peralatan kecil di bidang kesehatan seperti gunting dan pinset.

“Indonesia juga mengharapkan dapat melakukan joint venture investasi di bidang produksi alat-alat kedokteran yang kecil, misalnya membuat pinset, gunting medis, belum ada yang bisa di kita."

"Saya mengharapkan yang keseharian digunakan. Kita saat ini sudah bisa produksi masker, baju operasi, handscoon, dan kasa steril,” tutup Nila. 




(TIN)