Kapan Sebaiknya Bayi Berhenti Diberikan ASI?

Raka Lestari    •    Kamis, 01 Nov 2018 08:38 WIB
air susu ibu
Kapan Sebaiknya Bayi Berhenti Diberikan ASI?
Bagi banyak ibu, memutuskan untuk berhenti memberikan ASI kepada anak bukanlah hal yang mudah. (Foto: Kyle Nieber/Unsplash.com)

Jakarta: Bagi banyak ibu, memutuskan untuk berhenti memberikan ASI kepada anak bukanlah hal yang mudah. Ada banyak infromasi mengenai cara untuk menghentikan pemberian ASI kepada bayi Anda. 

Namun cara-cara tersebut mungkin tidaklah selalu mudah dan berhasil dilakukan pada setiap orang tua terhadap anaknya. 

Dan mungkin Anda bertanya-tanya, kapan sebaiknya Anda berhenti menyusui bayi Anda? Meskipun jawabannya mungkin berbeda-beda pada setiap individu, beberapa ahli meberikan saran mereka. 

Beberapa organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama sekitar enam bulan. 

AAP juga merekomendasikan ibu untuk terus menyusui selama enam bulan, dan memberikan bayi Anda makanan padat komplementer hingga 12 bulan atau lebih. 

(Baca juga: Cara Mudah Melancarkan Produksi ASI)


(Beberapa organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama sekitar enam bulan. Foto: Wes Hicks/Unsplash.com)

Namun Anda bisa menghentikan ASI kepada bayi Anda jika memang ASI tersebut sudah tidak lagi bekerja optimal pada bayi Anda. 

Menurut Dr Christie del Castillo-Hegyi, pendiri Fed is Best Foundation, mengatakan kepada Romper bahwa jika bayi Anda tidak berkembang dengan baik dan berat badannya tidak bertambah sebaiknya Anda perlu memberikan alternatif pilihan lain. 

Anda bisa menggantinya atau menambahkannya dengan susu formula yang mungkin akan lebih menguntungkan.

Dr Marlene Freeman, Director of Clinical Services di Massachusetts General Hospital Center for Women's Mental Health mengatakan bahwa jika Anda tidak nyaman menyusui secara langsung, terlalu lama menyusui bayi Anda justru akan berdampak buruk bagi kesehatan mental Anda. 

Ada juga situasi di mana terus menyusui mungkin juga tidak lagi baik untuk bayi Anda.

"Jika seorang bayi menunjukkan gejala kegagalan untuk berkembang atau menjadi kurang gizi, hanya mau menyusu terus menerus dan memiliki berat badan yang kurang juga yang merupakan tanda bahwa dalam menyusui diperlukan evaluasi ulang dan mungkin perubahan, berdasarkan keadaan sang ibu," kata del Castillo-Hegyi. 





(TIN)