Manfaat dari Marah

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 16 Dec 2018 12:04 WIB
kesehatan
Manfaat dari Marah
Marah ternyata banyak manfaatnya jika disalurkan dengan positif (Foto: Gabriel Matula/Unsplash.com)

Jakarta: Rasa marah terkadang datang secara tiba-tiba dan sulit terkontrol. Tak terelak, julukan 'si temperamental' itu pun datang menyasar pada kita.

Kondisi marah bisa berdampak buruk buat tubuh yang mengalaminya. Menyebabkan stres dan juga mengganggu kesehatan mental.

Hal ini bisa berujung pada risiko penyakit berbahaya, seperti stroke dan jantung. Oleh sebab itu, mulai detik ini, Anda mesti pandai-pandai mengontrol kemarahan dan melakukan manajemen emosi.

Sebabnya, marah justru bisa dialihkan menjadi dampak postif, asalkan bisa terkontrol dengan baik. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari marah, melansir Men's Health.

1. Bicara Blak-blakan dan Jujur
Kadang kita kesulitan memahami kalimat yang terlampau basa-basi ataupun satire. Sementara marah justru menyebabkan seseorang bicara secara blak-blakan dan jujur.

"Orang-orang seringkali berusaha bicara sopan. Tetapi justru pada prosesnya,  mereka kehilangan maksud sebenarnya dari apa yang ingin disampaikan," kata Ken Yeager, Direktur Klinik dari Stress, Trauma and Resilience program di Ohio State University Wexner Medical Center.

2. Kemampuan Negosiasi
Marah membuat seseorang mampu meningkatkan kemampuan negosiasi. Hal ini diungkapkan penulis sekaligus wartawan senior, Charless Duhigg.

Mengutip penelitian dari Amherst Psychology, Duhigg menyebutkan bahwa orang-orang yang marah cenderung bisa memecahkan masalah dengan baik dengan cara yang lebih solutif. Lantaran, terjadi reaksi saling mendengarkan.

"Namun, tetap saja, intensitas kemarahan harus dalam takaran yang moderat," tulis Duhigg yang dilansir dari The Atlantic.

3. Bahagia
Selain manfaat di atas, meluapkan amarah ternyata juga bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Hal itu diungkapkan Maya Tamir PhD berikut rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem.

Para akademisi ini melakukan penelitian terhadap 2.324 mahasiswa di delapan negara. Para peserta disurvei tentang perasaan yang mereka alami dalam kehidupan keseharian.

Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology mengungkapkan bahwa, sebagian besar peserta menunjukkan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup mereka timbul selepas melontarkan amarah.


(FIR)