Penyebab Keringat Malam Hari

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 03 Jan 2019 13:03 WIB
kesehatan
Penyebab Keringat Malam Hari
“Berkeringat di malam hari adalah gejala umum yang sering kita lihat di pusat perawatan primer,” kata Lindy Chavez, perawat keluarga profesional dari Dignity Health Medical Group. (Foto: Zohre Nemati/Unsplash.com)

Jakarta: Apakah Anda sering terbangun karena rasa gerah tengah malam? Sampai-sampai seprai atau piyama yang dikenakan basah kuyup di pagi hari.

Tenang saja. Mesti seringkali membuat frustrasi, namun Anda bukanlah satu-satunya yang merasakan hal tersebut.

“Berkeringat di malam hari adalah gejala umum yang sering kita lihat di pusat perawatan primer,” kata Lindy Chavez, perawat keluarga profesional dari Dignity Health Medical Group di Camarillo, California.

Chavez bilang, keringat malam hari terjadi akibat beberapa alasan yang mendasarinya. Dari mulai sebab sepele, hingga pertanda gangguan kesehatan serius. Berikut beberapa alasan mengapa Anda sering berkeringat di malam hari.

1. Bahan kasur

Alasan paling umum mengapa Anda sering berkeringat bisa disebabkan oleh bahan-bahan kasur yang Anda miliki. Apalagi jika kasur yang digunakan berbahan busa poliuretan sel tertutup.

"Busa sel tertutup jauh lebih murah dan mudah dalam proses pembuatannya. Tetapi membuat tidur menjadi panas karena udara yang terperangkap," kata Jonathan Prichard, pekerja industri veteran dan CEO MattressInsider.com.

Pichard menyarankan untuk membeli kasur dengan busa poliuretan sel terbuka yang berpori. Bahan ini membuat udara ruangan dapat masuk dan keluar melalui sel-sel busa. "Bahan ini bagus karena membuat kasur seolah bernapas," ujarnya.

(Baca juga: Otak Bekerja Lebih Keras saat Tidur Malam)


(Kecemasan dan stres juga dapat menyebabkan keringat berlebih. Pasalnya, stres seringkali menyebabkan Anda ketakutan hingga mendapatkan mimpi buruk. Foto: Fernando Cfredo/Unsplash.com)

2. Lingkungan panas

Anda juga bisa berkeringat karena lingkungan di sekitar tempat tinggal tidak memiliki suhu udara yang baik. Ditambah lagi dengan kebiasaan menggunakan piyama berbahan panas ketika tidur.

"Kepanasan biasanya terjadi karena terlalu banyak selimut," kata Chavez.

Chavez menyarankan untuk mengenakan piyama dengan bahan linen. Ia juga menyarankan untuk menjauhkan selimut dari tempat tidur ketika memasuki periode iklim yang panas.

"Suhu tubuh secara dramatis dipengaruhi oleh apa yang bersentuhan dengan kulit.  Baiknya Anda menggunakan pakaian yang secara alami bisa mendinginkan suhu tubuh," ujarnya.

3. Masa menopause

Alasan berkeringat juga diungkapkan Terry Cralle, seorang terapis tidur dan penulis Sleeping Your Way to the Top. Dia bilang perempuan yang mengalami menopause dan perimenopause sering melaporkan gejala keluar keringat saat malam tiba.

"Tingkat keringat bervariasi. Anda disarankan melaporkan kepada dokter jika memiliki keringat kronis," ungkapnya.

4. Stres

Kecemasan dan stres juga dapat menyebabkan keringat berlebih. Pasalnya, stres seringkali menyebabkan Anda ketakutan hingga mendapatkan mimpi buruk.

“Anda mungkin berkeringat berlebihan karena stres di siang hari. Karenanya, mimpi buruk dan mimpi-mimpi menegangkan lainnya juga dapat menyebabkan Anda berkeringat saat Anda tidur,” kata Christopher Hollingsworth, seorang ahli bedah umum di NYC Surgical Associates.

Hollingsworth menambahkan, untuk mengantisipasi stres, Anda harus bisa melakukan manajemen emosi. Sederhananya, dengan melakukan aktivitas yang membantu Anda bersantai sebelum tidur.

"Selain mencoba mengelola stres Anda setiap hari, Anda mungkin ingin mencoba beberapa teknik relaksasi di malam hari, untuk menenangkan saraf sebelum tidur," tandasnya.




(TIN)