Bayi Terjatuh, Berbahaya atau Tidak?

Yatin Suleha    •    Senin, 07 Nov 2016 16:45 WIB
perkembangan anak
Bayi Terjatuh, Berbahaya atau Tidak?
Angkat dan peluk si kecil serta periksa, ada atau tidak bagian tubuh yang terluka atau mengalami pembengkakan. (Foto: Agoramedia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda tentu khawatir jika si kecil yang baru senang-senangnya merangkak atau tengkurap, tiba-tiba terjatuh. Bukan hanya sekali, cerita beberapa ibu bahkan lebih dari lima kali si kecil bisa terjatuh, baik dari kasur, akibat merambat perabot rumah, maupun ketika sedang tidur.

Dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si. Med, dari RS Awal Bros Tangerang, Banten menerangkan bahwa kebanyakan trauma kepala pada anak merupakan trauma kepala ringan tanpa komplikasi yang berarti. 

"Secara garis besar, trauma kepala bisa dibagi dua, yakni trauma kepala luar dan trauma kepala dalam. Sesungguhnya, jatuh adalah bagian tidak terpisah dari proses tumbuh kembang anak dan umumnya hanya merupakan cedera luar yang ringan di luar tengkorak. Sedangkan trauma kepala dalam melibatkan tengkorak, pembuluh darah, atau otak." ungkap dr. Robert.

(Baca juga: Jika Bayi Jatuh, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?)

"Untungnya, jatuh atau benturan kepala di masa kanak-kanak hanya mencederai bagian luar kepala. Bisa saja tampilannya menakutkan tetapi sebenarnya kondisinya tidak mengancam jiwa. Sedangkan trauma kepala dalam, implikasinya jauh lebih serius karena bisa menyebabkan perdarahan atau memar otak. Jatuh dari tempat tidur, jatuh terjerembab, atau terpeleset, umumnya tidak menyebabkan trauma," jelas dr. Robert lagi. 

Kepala (bukan tulang tengkorak), jelas dr. Robert kaya akan pembuluh darah. Jadi, luka robek kecil sekalipun membuat perdarahannya ‘deras’. Lalu, benturan kepala sering menyebabkan timbulnya benjolan. Benjolan ini terjadi akibat bocornya pembuluh darah (vena) di bawah kulit kepala, serta akan mengecil perlahan-lahan dalam hitungan hari atau minggu. 

Dr. Robert juga menerangkan bahwa jatuh dari tempat tidur ibu, dialami bayi yang mulai bisa tengkurap dan aktif bergerak. "Namun, karena tulang kepala bayi masih lentur sehingga cukup elastis, umumnya tidak mengakibatkan benturan yang keras pada otaknya," papar dokter yang ramah ini.

Dr. Robert memberikan tips praktis jika si kecil terjatuh, atasi dengan:

• Lihat posisi jatuh bayi
Melihat posisi bayi saat terjatuh untuk mengetahui bagian tubuhnya yang terbentur lantai. Angkat dan peluk si kecil serta periksa, ada atau tidak bagian tubuh yang terluka atau mengalami pembengkakan. Jaga diri ibu tetap tenang.

• Amati
Mengusap-usap punggungnya untuk mengatasi rasa terkejut bila kepalanya tidak terbentur lantai. Lalu, amati kondisinya selama beberapa waktu, sampai dia berhenti menangis dan benar-benar tenang kembali.






(TIN)