Manfaat Astaxanthin untuk Cegah Kolesterol Jahat Masuk ke Aliran Darah

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 13 Mar 2017 12:30 WIB
kolesterol
Manfaat Astaxanthin untuk Cegah Kolesterol Jahat Masuk ke Aliran Darah
?Bahan yang terdapat pada ganggang hijau Haematococcus Pluvialis mampu menghalangi pengikatan radikal bebas pada kolesterol bernama Astaxanthin. (Foto: Simon Lau Life Guidance

Metrotvnews.com, Jakarta: Kolesterol jahat adalah salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit dalam tubuh. Namun, bukan berarti tak ada pencegahan atau pengobatan untuk mengatasinya.

"Kolesterol berasal dari lemak yang berlebihan dalam tubuh yang salah alur dimana seharusnya menuju ke hati, tapi malah ke darah," tukas Yulita Lea selaku Marketing Director SOHO Global Health dalam acara SOHO #BetterU, Sabtu (11/3/2017).



Lemak tersebut kemudian teroksidasi oleh radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh sehingga menumpuk di pembuluh darah. Radikal bebas sendiri bisa berasal dari polusi udara atau sinar matahari yang selalu mengenai manusia.

Penumpukan pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan di jalan darah dan oksigen. Akibatnya, organ tubuh seperti jantung pun  bertugas memompa darah lebih keras sehingga tekanan yang dihasilkan menjadi semakin tinggi dan jantung pun membesar.

(Baca juga: Nutrisi yang Dibutuhkan Mata Selain Vitamin A)

Kini, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, terdapat salah satu bahan alami yang terbukti mampu menghalangi pengikatan radikal bebas pada kolesterol bernama Astaxanthin.

Bahan yang terdapat pada ganggang hijau Haematococcus Pluvialis tersebut memang sudah tak asing lagi di dunia medis.

Selain berfungsi sebagai pencegahan, Astaxanthin juga dapat membantu menjaga elastisitas dinding pembuluh darah yang agar tak mudah pecah.

"Asalkan digunakan pada dosis yang tepat dan pemakaian rutin dalam jangka panjang, Astaxanthin akan memberi banyak manfaat," tambah Dr. Iyer Balasubramaniam Krishnaswami selaku Medical Advisor for Astareal pada kesempatan yang sama. Untuk mereka yang mengalami masalah pembuluh darah, dosis yang dianjurkan adalah 21 mg dalam sehari. 






(TIN)