Efek Buruk Membawa Tas Berat di Pundak pada Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 09 Jun 2017 15:32 WIB
perkembangan anak
Efek Buruk Membawa Tas Berat di Pundak pada Anak
Membawa ransel berat dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal, terutama jika hanya membawa tas di sebelah bahu. (Foto: Pinterest/Laurel and Wolf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski tubuh kecil, tak sedikit anak sekolah yang membawa beban berat dalam tas sekolah mereka. Hal tersebut dapat memberi efek buruk pada postur tubuh dan kesehatan secara keseluruahan. 

"Anak bisa kehilangan semangat ke sekolah karena tertekan membawa tas yang berat. Pikiran mereka terbebani dengan buku yang berat dan hal tersebut bisa membuat tingkat konsentrasi menurun," tukas dokter anak dr. Zinal Unadkat, seperti dilansir Thehealthsite.com. 



Berat maksimum yang seharusnya anak kecil bawa adalah 10 persen dari berat badan tubuhnya, termasuk di dalamnya kotak bekal dan botol minum. Namun, menurut dr. Zinal, anak sekarang membawa beban dua kali lipat dari yang disarankan. 

(Baca juga: Sentuhan Ibu Bantu Bangun Rasa Percaya Diri Anak)

"Membawa ransel berat dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal, terutama jika hanya membawa tas di sebelah bahu yang dapat menyebabkan tekanan tambahan," ujar dr. Zinal. 

Ada dua jenis efek buruk yang bisa disebabkan kebiasaan tersebut, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. 

Pada jangka pendek, gejala yang muncul adalah sakit pada punggung, leher dan bahu disertai kesemutan, mati rasa dan kelemahan di tangan. Kemudian, anak akan merasa kelelahan dan perkembangan postur tubuh memburuk. 

Sementara itu, efek jangka panjang adalah rasa sakit kepala karena tekanan pada leher dan bahu terus-menerus.

Masalah tulang belakang seperti kiposis, bongkok atau tubuh condong ke belakang, atau skoliosis dimana tubuh condong ke sisi kanan atau kiri, juga bisa terjadi. 

Membawa tas berat turut mempengaruhi sistem pernapasan dimana kapasitas dalam pernapasan akan berkuang karena adanya tekanan pada paru-paru akibat postur tubuh yang buruk. 

Saat dewasa, efek buruk tetap terasa dimana sakit punggung dan kejang otot akibat bawaan berlebih akan terus kembali. Hal tersebut dikarenakan kelebihan berat badan merusak pusat pertumbuhan saat butuh berkembang sehingga menyebabkan pertumbuhan tulang menjadi tak normal. 








(TIN)