Aplikasi CekGulaKU dan Program INHALE: Upaya Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

   •    Senin, 29 May 2017 18:41 WIB
diabetes
Aplikasi CekGulaKU dan Program INHALE: Upaya Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
Maraknya penggunaan media digital telah mendukung sistem pelayanan kesehatan dengan lebih mudah dan terhubung seperti yang diharapkan pada industri yang lain. (Foto: Imagedynamics)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik dan diabetes mellitus (DM) saat ini masih menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan ini tentu saja merupakan masalah penting dan menjadi beban dalam pelayanan dan pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Ancaman PTM terhadap masyarakat di era modern sekarang ini semakin serius. Gaya hidup yang kurang baik seperti merokok, diet yang tidak sehat, maupun kurang aktivitas fisik merupakan beberapa faktor penyebab tingginya angka PTM di Indonesia," ujar dr. Lily Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI.

"Banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah terkena PTM. Bahkan di Indonesia tingkat PTM khususnya DM tipe 2, Asma dan PPOK semakin meningkat dan dapat merugikan negara. Tentunya berbagai bentuk pengendalian PTM telah dilakukan pihak Kementerian Kesehatan, namun upaya tersebut tentu tidak akan berhasil tanpa dukungan lintas Pemerintah, Swasta, Organisasi dan seluruh lapisan masyarakat,” tambah dr Lily lagi.

(Baca juga: Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes)


(dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD-dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), dr. Lily Sulistyowati, MM - Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. HR Dedi Kuswenda, MKes - Direktur Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat. Foto: Dok. Imagedynamics)

Menyadari bahwa pentingnya kontribusi dalam mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan terkait permasalahan PTM, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan global, menghadirkan dua program kemitraan, yang pertama program edukasi mengenai DM dengan aplikasi digital yaitu CekGulaKU serta program edukasi berkelanjutan SMART Diabetes.

Dan yang kedua adalah program Initiative for Health Awareness, Liaising, & Empowerment (INHALE) yang diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam penanggulangan penyakit tidak menular khususnya penyakit Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

CekGulaKU adalah aplikasi mobile yang menyediakan berbagai informasi lengkap dan menarik mengenai DM tipe 2 dan rekomendasi gaya hidup sehat. Aplikasi yang diperuntukan untuk masyarakat umum khususnya penyandang diabetes ini dilengkapi dengan empat fitur utama yaitu Tes Risiko, Artikel informasi dari dokter ahli DM, Rekomendasi Menu Makanan dan Aktifitas Fisik. 

Terdapat juga fitur-fitur menarik lainnya seperti pencatat kadar gula darah, pemesanan obat secara online dan juga fitur pengingat jam makan, kapan harus mengonsumsi obat dan melakukan aktivitas fisik.

Dr. Mary Josephine, Medical Director PT Boehringer Ingelheim Indonesia menjelaskan, “Semua informasi yang terdapat di aplikasi ini sifatnya untuk mengedukasi dan tidak dimaksudkan untuk mengganti konsultasi dengan dokter. Kami berharap dengan adanya aplikasi CekGulaKU, kesadaran masyarakat akan penyakit DM semakin meningkat dan mereka mampu mengatur pola hidup sehat sehingga diharapkan angka kematian akibat PTM terutama DM tipe 2 terus menurun.”

Disamping menghadirkan aplikasi mobbile CekGulaKU, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia dan Kementerian Kesehatan juga melakukan pelatihan SMART diabetes untuk tenaga kesehatan di level primer (dilakukan di kota besar dengan pilot project di Jakarta) sebagai upaya peningkatan kompentensi tenaga kesehatan terhadap pencegahan dan penatalaksanan DM Tipe 2.


(Jorge Wagner, Presiden Direktur PT Boehringer Ingelheim Indonesia dan dr. Lula Kamal sedang mencoba aplikasi CekGulaKU. Foto: Dok. Imagedynamics)

Pelatihan SMART diabetes ini juga sebagai wadah memperkenalkan lebih jauh mengenai aplikasi CekGulaKU kepada tenaga kesehatan terkait dan merupakan bagian dari komitmen PT. Boehringer Ingelheim Indonesia dalam menghadapi masalah diabetes.

Maraknya penggunaan media digital telah mendukung sistem pelayanan kesehatan dengan lebih mudah dan terhubung seperti yang diharapkan pada industri yang lain.

“Saat ini, kendala yang sering dihadapi para penderita DM di Indonesia adalah keterbatasan mendapatkan akses ke pusat pelayanan kesehatan. Melihat tingginya jumlah penderita DM dan terbatasnya dokter spesialis yang ada, akan menjadi beban yang cukup berat bagi tenaga kesehatan," ujar dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD – KEMD, dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

"Maka tidak bisa hanya dokter secara individual tetapi harus melibatkan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) dan PEDI (Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan edukasi yang komprehensif. Dengan aplikasi CekGulaKU ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit DM di Indonesia melalui mobile application,” tukasnya lagi.







(TIN)