Usia Bertambah, Produksi Kolagen Berkurang

   •    Senin, 28 Aug 2017 15:45 WIB
kesehatan kulit
Usia Bertambah, Produksi Kolagen Berkurang
Ilustrasi. (Foto: Aloha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mayoritas orang mengenal kolagen sebagai komponen dalam tubuh yang bisa mempertahankan kondisi kulit tetap sehat, kenyal, dan bebas dari flek hitam atau kerutan. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa persentase kolagen dalam tubuh hanya sekitar 30 persen saja.

"Dan usia yang semakin bertambah membuat (kadar) kolagen (dalam tubuh) berkurang. Apalagi jika tidak ada yang menyokong, kolagen bisa hilang," ungkap Spesialis Kulit dr. Melyawati Hermawan, dalam Metro I-Care, Minggu 27 Agustus 2017.

Melyawati mengatakan kolagen pun tak hanya ada pada kulit, namun juga merupakan struktur organik yang membangun tulang, gigi, sendi, dan otot.

Pada usia 20-25 tahun, kadar kolagen dalam tubuh mulai terdegradasi. Artinya, proses metabolisme antara produksi dengan degradasi mulai tidak seimbang.

Kondisi seperti ini, kata Melyawati, adalah proses alamiah yang tidak bisa dihentikan. Ketika seseorang ingin agar kolagen dalam tubuh tetap normal, yang bisa dilakukan hanya mengurangi proses degradasinya. Bukan membuatnya kembali.

"Kalau mau intervensi paling tidak kita bisa menghindari faktor yang sekiranya bisa mengurangi proses degradasinya. Memperlambat proses penghancuran kolagen dengan menghindari matahari, polusi dan hidup sehat," katanya.

Soal pemilihan makanan yang disebut mampu mengembalikan kadar kolagen dalam tubuh pun menurut Melyawati tak memberi pengaruh banyak. Sebab asupan makanan yang dipilih cenderung lebih ke bahan baku, bukan dengan diet ekstrem seperti hanya mengonsumsi sayur atau buah tanpa tambahan makanan lain.

Jangan sampai, kata dia, niat untuk memperbaiki sel kulit agar tetap kenyal dan sehat dengan diet justru membuat produksi kolagen turun.

"Diet dalam tahapann apapun yang berlebihan kan tidak bagus. Semua asal balance, asal sesuai hasilnya akan oke. Olahraga juga kan menstimulasi aliran pembuluh darah jadi sedikit (lebih) banyak nutrisi yang sampai ke kulit. Yang penting jangan berlebihan," jelasnya.




(MEL)