Kadar Glukosa Orang Sehat Tak Selalu Stabil

Anggi Tondi Martaon    •    Sabtu, 28 Jul 2018 08:00 WIB
diabetes
Kadar Glukosa Orang Sehat Tak Selalu Stabil
Kadar Glukosa Orang Sehat Tak Selalu Stabil (Foto: gettyimages)

Jakarta: Gula darah mungkin bukan sesuatu hal yang menjadi perhatian bagi orang sehat. Namun, mulai saat ini pemikiran tersebut harus dihilangkan.

Berdasarkan sebuah penelitian baru yang menganalisa kadar glukosa 60 peserta, gula darah orang sehat tidak selalu dalam kondisi stabil, terutama setelah makan. Makanan tertentu lebih mungkin mendorong perubahan ekstrim dalam gula darah (glukosa) daripada yang lain.

"Bahkan jika Anda tidak menderita diabetes, Anda mungkin tidak memiliki glukosa normal. Ada banyak orang dengan disfungsi glukosa di luar sana yang tidak mengetahuinya," kata penulis utama studi tersebut, Michael Snyder saat dikutip dari WebMD.

Dalam risetnya, peneliti mengelompokkan kadar gula darah menjadi tiga bagian, yaitu ringan, sedang dan berat. Untuk melihat kadar gula peserta, tim mengukurnya dengan monitor glukosa terus menerus selama beberapa minggu.

"Makanan tertentu cenderung melonjak hampir semua orang," kata Snyder, menambahkan bahwa sereal adalah salah satu makanan semacam itu. Sekitar 4 dari 5 orang melihat gula darah mereka melonjak setelah mengkonsumsi sereal dan susu, kata para peneliti.

Direktur Genomik dan Obat-obatan di Stanford University School of Medicine, California, itu mengatakan, temuan ini berpotensi mengkhawatirkan. Sebab, lonjakan kadar gula darah telah dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke.

Selain itu, meski belum bisa dibuktikan dalam penelitian tersebut, Snyder menyebutkan bahwa kondisi tersebut membuat seseorang rawan menderita diabetes tipe 2.

Sementara itu, Dr Joel Zonszein, direktur pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center di New York City, menilai kesimpulan penelitian tentang pola jenis gula tersebut kurang kuat. Sebab, populasi penelitian sangat kecil.

"Relawan studi dipisahkan menjadi lonjakan rendah, sedang dan berat. Tapi mungkin ada banyak pola lain. Absorpsi, penyimpanan dan pemanfaatan (gula) sangat diatur dan sulit untuk dikarakterisasi hanya dengan tiga pola yang berbeda," kata Zonszein

Dia menambahkan, metabolisme gula darah cukup kompleks dan dipengaruhi oleh banyak variabel. Meski kadar glukosa terus dipantau dengan alat khusus, namun upaya tersebut tidak selalu menangkap metabolisme glukosa seseorang.

"Alat-alat ini mengukur kadar gula darah setiap lima menit menggunakan sensor yang dimasukkan di bawah kulit," kata Zonszein.


 


(ELG)