Suka Duka Happy Salma Menjalankan Bisnis Perhiasan Selama Tujuh Tahun

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 24 Nov 2017 11:12 WIB
Suka Duka Happy Salma Menjalankan Bisnis Perhiasan Selama Tujuh Tahun
Untuk tahun depan, Salma dan Sri berencana melebarkan bisnis ke Negeri Paman Sam dengan konsep perhiasan yang terus menghidupkan warisan dari leluhur Indonesia. (Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Sudah tujuh tahun model Happy Salma berkecimpung dalam dunia bisnis perhiasan. Bersama desainer perhiasan Dewi Sri Luce Rusna, ia membesarkan nama Tulola Jewelry yang berada di Bali. 

Baginya, perjuangan untuk mengangkat nama Indonesia melalui perhiasan bukanlah hal yang mudah. Suka duka ia jalani ketika menjalankan bisnis tersebut. 

"Agak sedih ketika barang kita ada yang dikopi, namun kita tetap berjuang untuk berkarya," pungkas Happy dalam konferensi pers Pameran 10 Years of Design Tulola Jewelry, Kamis, 23 November 2017. 

Ia mengungkapkan bahwa tipikal dari produk perhiasan Tolula Jewelry adalah motif komunal dengan teknik seni murni yang 100 persen buatan tangan pengrajin di Bali dan ditransformasi menjadi desain baru. Beberapa produk yang dijual antara lain anting, cincin, gelang, bros, kalung, sirkam, hingga hiasan kebaya. 


(Bagi Happy Salma perjuangan untuk mengangkat nama Indonesia melalui perhiasan bukanlah hal yang mudah. Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

(Baca juga: Rayakan 10 Tahun Berdiri, Tulola Jewelry Adakan Pameran Bertema Kejujuran)

Happy menambahkan, ide desain perhiasan yang dibuat oleh rekannya Sri berasal dari kekayaan seni Indonesia yang luar biasa banyak.

"Inspirasi kita dari lagu, alam, karya seni, sastra, bunga, hingga sejarah. Sri juga memiliki ide-ide lain yang luar biasa."

Untuk tahun depan, Salma dan Sri berencana melebarkan bisnis ke Negeri Paman Sam dengan konsep perhiasan yang terus menghidupkan warisan dari leluhur Indonesia.

Saat ini, Tolula Jewelry sedang mengadakan pameran perhiasan bertema Truth untik merayakan 10 tahun berdirinya produk perhiasan tersebut. Pameran diadakan di Tugu Kunstkring Paleis Jakarta dari hari ini hingga 26 November 2017.







(TIN)