Kapankah Masa Pernikahan Paling Terasa Membahagiakan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Apr 2018 16:52 WIB
romansa
Kapankah Masa Pernikahan Paling Terasa Membahagiakan?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa awal pernikahan adalah masa paling membahagiakan. Ternyata, anggapan tersebut kurang tepat. 

Sebuah studi di Amerika Serikat yang diterbitkan dalam jurnal Social Networks and the Life Course menemukan bahwa mereka yang sudah mampu mempertahankan pernikahan hingga 20 tahun lebih bahagia daripada pengantin baru. 

Para peneliti dari Pennsylvania State University dan Brigham Young University tersebut juga menyimpulkan bahwa pasangan jangka panjang tersebut mendapatkan manfaat dari menghabiskan lebih banyak waktu bersama saat melakukan kegiatan bersama daripada mereka yang menikmati masa bulan madu.

Paul Amato dan Spencer James memeriksa enam gelombang data dari studi Marital Instability Over the Life Course, yang mencakup informasi tentang 2.034 orang yang sudah menikah, dan mengidentifikasi bagaimana kepuasan pernikahan meningkat dan menurun rata-rata sepanjang perkawinan mereka.

Usia rata-rata wanita yang dalam penelitian ini adalah 35 tahun sedangkan untuk pria 37 tahun.

Hasilnya, kepuasan pernikahan secara bertahap menurun selama 20 tahun pertama pernikahan tetapi kemudian mulai stabil lagi setelah periode tersebut. Kecenderungan penurunan dan peningkatan yang sama berlaku dalam partisipasi saat melakukan kegiatan bersama. 

"Meskipun perceraian marak terjadi akhir-akhir ini, sekitar separuh dari semua perkawinan bertahan seumur hidup dan pandangan jangka panjang untuk sebagian besar pernikahan tersebut optimis, dengan kebahagiaan dan interaksi tetap tinggi, dan perselisihan menurun," kata para peneliti.

Mereka percaya bahwa temuan tersebut mencerminkan bagaimana pasangan menemukan tingkat penghargaan yang lebih dalam setelah bertahun-tahun bersama, yang kemudian mengarah pada kepuasan pernikahan dan kenikmatan yang lebih besar dari masing-masing individu.

Di satu sisi, direktur Marriage Foundation, Harry Benson, mengklaim gagasan yang menyebut pasangan yang sudah menikah mulai saling membenci satu sama lain setelah bersama bertahun-tahun adalah ide basi yang diabadikan di seluruh budaya populer.

"Ini adalah stereotipe yang menyesatkan yang diperlihatkan oleh sitkom (situasi komedi)," katanya kepada The Times.

Ia melanjutkan, para peneliti yang secara umum setuju bahwa pernikahan dimulai dengan baik tetapi kemudian akan mengalami penurunan hanyalah mitos belaka. 

Lihat video:





(DEV)