6 Tips Menjalin Hubungan dengan Orangtua Tunggal

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Oct 2017 21:28 WIB
keluarga
6 Tips Menjalin Hubungan dengan Orangtua Tunggal
Bagi Anda yang tengah menjalin hubungan dengan orangtua tunggal, berikut adalah beberapa tips agar hubungan tetap dapat berjalan lancar dengan pasangan. (Foto: Andrew Robles/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Terapis keluarga dan pernikahan Lesli Doares mengungkapkan bahwa mengencani orang yang telah memiliki anak memiliki tantangan tersendiri. Anda tak bisa melakukan hal-hal yang spontan dan harus mengerti bahwa pasangan memiliki prioritas lain. 

"Kebutuhan dan jadwal si kecil akan memengaruhi kebersamaan Anda. Tak hanya tentang bagaimana pasangan rasakan yang penting karena tak cuma dua orang yang ada dalam hubungan tersebut. Orangtua tunggal juga perlu memperhitungkan bagaimana anak mereka memandang hubungan tersebut," beber Doares. 

Bagi Anda yang tengah menjalin hubungan dengan orangtua tunggal, berikut adalah beberapa tips agar hubungan tetap dapat berjalan lancar dengan pasangan. 



(Baca juga: Studi: Anak dengan Orangtua Tunggal Cenderung Obesitas)

1. Memiliki harapan realistis
"Cocok dengan pasangan tak berarti cocok dengan anak mereka," tukas Doares.

Ada kemungkinan dimana anak akan merasa cemburu pada Anda dan merasa hubungan tersebut menyabotase orangtua mereka. Meskipun tak selalu begitu, tak ada salahnya memerhatikan hal ini sebelum melangkah lebih jauh. 

2. Mengerti bahwa pasangan tak selalu bisa dihubungi
Mengurus anak membutuhkan banyak waktu, energi, dan tenaga. Oleh karena itu, jangan terlalu berharap pasangan dapat menjawab telepon atau membalas pesan Anda dengan cepat karena prioritasnya adalah anak. 

3. Berjalan lebih lambat daripada biasanya
Pasangan Anda cenderung meminta pendapat anak sebelum menjalin hubungan dengan orang lain dan bisa dimengerti mengapa mereka berhati-hati dalam mengenalkan orang baru pada buah hati. Selain itu, Anda juga menjadi berurusan dengan banyak pihak. 

"Menjalani hubungan secara perlahan membuat Anda lebih efektif dalam menghadapi tantangan ekstra tersebut," tukas Doares. Dengan demikian, anak akan mulai terbiasa dengan hubungan baru yang dijalani orangtua mereka dan mulai memperhitungkan Anda. 



4. Perhatikan perkataan Anda seputar anak
Pada titik tertentu, pasangan Anda akan mengeluh tentang anak mereka, sebaiknya Anda menjadi pendengar yang baik. "Jika mereka ingin membicarakan sesuatu yang terjadi di rumah, cobalah hanya mengajukan pertanyaan terbuka dan mendengarkan tanpa membebani," saran Doares. Menanggapi hal sebaliknya bisa dilihat sebagai kritik terhadap anak mereka, yang bisa berakhir dengan pertengkaran. 

5. Netral tentang mantan 
Pada tahap tertentu, Anda perlu membicarakan mantan suami/istri pasangan. "Bahkan jika perpisahan tersebut buruk dan pasangan Anda tak ingin membicarakannya. Menjelek-jelekkan atau menolak berinteraksi dengan mereka hanya akan menimbulkan masalah," saran psikolog klinis John Mayer. 

6. Jangan memaksa ingin bertemu anak pasangan
"Jangan terlalu bersemangat untuk bertemu mereka dan biarkan pasangan yang memperkenalkan si kecil pada Anda," pungkas Doares yang berpendapat bahwa pertemuan tersebut terjadi setidaknya ketika Anda sudah lebih dari enam bulan menjalin hubungan. 

Selain itu, Mayer menyarankan agar pertemuan pertama dilakukan di tempat netral seperti kebun binatang atau restoran sehingga suasana yang dibangun lebih nyaman dan tak menakutkan bagi pihak manapun. 










(TIN)