Kenali 6 Tanda Pelecehan Seksual oleh Rekan Kerja

Cecylia Rura    •    Selasa, 07 Nov 2017 11:40 WIB
pelecehan seksualhealthy tips
Kenali 6 Tanda Pelecehan Seksual oleh Rekan Kerja
Pelecehan seksual kerap kali diabaikan dan belum ditetapkannya parameter khusus (Foto: Bussiness Insider)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelecehan seksual bisa terjadi di sekitar kita dan di mana saja. Yang lebih mengerikan, tak jarang pelecehan seksual ini bentuknya kasat mata dan terjadi begitu saja.

Berdasarkan penuturan Equal Employment Opportunity Commission yang dikutip dari laman Business Insider Singapura, pelecehan seksual meliputi pendekatan seksual secara langsung, permintaan untuk melakukan hubungan intim, serta beberapa tindak verbal atau kekerasan fisik terhadap pemenuhan hasrat melakukan hubungan.

Tak hanya itu, ucapan yang cukup ofensif juga dikategorikan dalam tindak pelecehan seksual.

Karena kondisi ini kerap kali diabaikan dan belum ditetapkannya parameter khusus, terjadi begitu sering hingga menjadi parah, lingkungan kerja ikut menjadi tidak nyaman dan kurang bersahabat. Terlebih, jika kondisi tersebut merugikan korban seperti turun jabatan atau dipecat.

Ketika kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan, hal ini akan menjadi sulit bagi hakim untuk memutuskan karena berdasarkan dari sikap si korban. Apakah memilih bersikap terbuka terhadap tindak pelecehan tersebut atau justru menganggapnya sebagai hal yang biasa. Maka, semua keputusan berdasarkan alasan dari si korban, yang umumnya adalah perempuan, seperti diberitakan ABC News.

Meski disebutkan tindakan pelecehan ini begitu kasat mata, namun ada beberapa tingkah laku yang mesti Anda waspadai saat berhadapan ketika seseorang tampak menunjukkan beberapa sikap seperti:

1. Berdiri dengan jarak terdekat menggunakan gaya bicara yang intim.

2. Menatap dan terus berkomentar soal bentuk tubuh Anda, dan membuat Anda merasa kurang nyaman. Ada perbedaan tipis antara kalimat pujian dan pelecehan secara verbal. Seperti, "Baju yang Anda kenakan tampak bagus" dan "Baju yang Anda kenakan sangat memperlihatkan bentuk tubuh Anda."

3. Bertanya soal kehidupan pribadi Anda, termasuk pengalaman asmara.

4. Mendesak Anda untuk bercerita soal kehidupan asmara.

5. Berusaha keras mengajak Anda bertemu berdua di luar urusan pekerjaan.

6. Menunjukkan materi berbau pornografi kepada Anda seperti film atau musik dan mengajak Anda membahas topik tersebut.

Garis besarnya, jika Anda merasa tidak nyaman sebaiknya segera menjauh dan ceritakan pada orang terdekat Anda.




(DEV)