Terlalu Lama di Depan Layar Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 31 Jan 2019 09:22 WIB
perkembangan anak
Terlalu Lama di Depan Layar Menghambat Tumbuh Kembang Anak
Kebiasaan buruk tersebut ternyata menyebabkan anak-anak memiliki hasil tes skrining yang buruk pada usia 3 dan 5 tahun. (Foto Ilustrasi: Annie Spratt/Unsplash.com)

Jakarta: Kemajuan teknologi menyajikan berbagai macam pilihan hiburan terhadap anak. Tapi di satu sisi, muncul efek samping bagi anak yang terbiasa menghabiskan waktu di depan layar.

Menurut sebuah penelitian menyebutkan, anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar, baik itu televisi, komputer, dan gadget memengaruhi perkembangan si buah hati.

"Anak-anak yang ditempatkan di depan layar menunjukkan perkembangan yang tertunda," kata pemimpin peneliti Sheri Madigan saat dikutip dari WebMD.

Madigan menyebutkan, berdasarkan pengakuan ibu dari 2.400 anak berusia 2, 3, 5 tahun, buah hati mereka cenderung melebihi batas waktu aman berada di depan layar sesuai yang ditetapkan American Academy of Pediatrics (AAP). Rata-rata, anak-anak menatap layar selama dua-tiga jam per hari.

"Ini melebihi pedoman yang disarankan tidak lebih dari satu jam memprogram berkualitas tinggi untuk anak-anak antara usia 2 dan 5 tahun," ungkap dia.

Lebih lanjut, kebiasaan buruk tersebut ternyata menyebabkan anak-anak memiliki hasil tes skrining yang buruk pada usia 3 dan 5 tahun. Tes skrining merupakan pengujian keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, sosial, dan motorik.

Sayangnya Madigan belum bisa menjelaskan secara ilmiah hubungan sebab-akibat dari permasalahan tersebut. Namun, dirinya menduga bahwa terlalu lama di depan layar membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar.

"Ketika anak-anak berada di depan layar, mereka kehilangan kesempatan untuk melatih keterampilan motorik kasar mereka seperti mengendarai sepeda atau berlarian bermain," jelas Madigan.

Oleh karenanya, Madigan menyarankan agar orang tua harus peduli dengan permasalahan tersebut. Dia sangat menyarankan agar mulai membatasi waktu anak berada di depan layar.

"Anda memutuskan bagaimana perangkat akan digunakan, di mana mereka digunakan, seberapa sering mereka digunakan. Anda benar-benar ingin menumbuhkan kebiasaan sehat di sekitar penggunaan perangkat," ujar dia.


(FIR)