Mengantisipasi Bahasa "Kotor" dalam Novel Remaja

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 02 May 2018 14:55 WIB
perkembangan remajapsikologi remaja
Mengantisipasi Bahasa Kotor dalam Novel Remaja
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Mass Communication and Society menemukan bahwa 35 dari 40 buku (88 persen) terdapat setidaknya satu kata-kata kasar. (Foto: Ronaldo Oliveira/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa kebanyakan kalimat kasar dalam literatur remaja karangan penulis terkenal dilontarkan oleh karakter yang kaya, menarik, dan populer. 

Profesor dari Brigham Young University, Sarah Coyne, menganalisa penggunaan kata-kata kotor dalam 40 buku pada daftar buku terlaris remaja. Rata-rata, novel remaja mengandung 38 contoh kata-kata tersebut. Artinya, terdapat sekitar tujuh contoh kata-kata tidak senonoh per jam saat membaca.

Coyne juga mencari tahu tokoh seperti apa yang sering melontarkan cacian atau makian. Jawabannya, tokoh dengan status sosial lebih tinggi, penampilan lebih baik, dan lebih kaya cenderung senang mengumpat. 

"Dari sudut pandang pembelajaran sosial, ini sangat penting karena remaja cenderung meniru karakter media yang digambarkan dengan cara yang positif dan diinginkan," kata Coyne.

(Baca juga: 7 Cara Ampuh agar Anak Gemar Membaca Buku)


(Profesor dari Brigham Young University, Sarah Coyne, menganalisa penggunaan kata-kata kotor dalam 40 buku pada daftar buku terlaris remaja. Rata-rata, novel remaja mengandung 38 contoh kata-kata tersebut. Artinya, terdapat sekitar tujuh contoh kata-kata tidak senonoh per jam saat membaca. Foto: Emily Marie/Unsplash.com)

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Mass Communication and Society tersebut juga menemukan bahwa 35 dari 40 buku (88 persen) terdapat setidaknya satu kata-kata kasar. Bahkan, ada buku yang berisi 500 kata-kata tak baik tersebut. 

Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada video game dengan golongan Teen (remaja), yaitu 34 persen. Sisi gelap dari fiksi remaja tersebut sempat diperdebatkan dalam kolom opini di Wall Street Journal. 

"Tidak seperti jenis media lainnya, tidak ada peringatan konten atau indikasi apa pun jika ada tingkat yang sangat tinggi tentang kata-kata tak senonoh dalam novel remaja," kata Coyne dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Pediatrics. 

Menurutnya, ada baiknya orang tua harus berbicara dengan anak-anak mereka tentang buku-buku yang mereka baca.


(TIN)