Indy Barends Ajarkan Anak Toleransi Mulai dari Rumah

Cecylia Rura    •    Sabtu, 19 May 2018 07:00 WIB
Indy Barends
Indy Barends Ajarkan Anak Toleransi Mulai dari Rumah
Indy Barends (Foto: Medcom/Cecylia)

Jakarta: Presenter sekaligus penyiar radio Indy Barends telah menanamkan nilai-nilai penting kepada anak tentang makna toleransi. Hal itu dimulai dari kebiasaan mereka di rumah bersikap terhadap asisten rumah tangga.

"Mungkin anak-anak di zaman sekarang, anak-anak yang enggak bisa diberikan teori yang terlalu banyak. 'Kamu itu enggak boleh A, B, C, D. Kamu enggak boleh 1, 2, 3. Kamu harus C, D, E, F.' Tapi, anak-anak itu, melihat, menyimak, dan melakukan. Jadi, kalau saya bilang kalau anak-anak ini melihat hal yang baik, pasti mereka melakukan yang baik," kata presenter berusia 46 tahun itu saat melakukan wawancara eksklusif dengan Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta.

"Contoh, kalau saya di rumah, anak-anak memanggil Mbaknya, terus mereka lagi salat. Saya akan bilang, 'Mbak lagi salat. Kamu harus tunggu mereka sampai selesai, karena mereka lagi ibadah.' Jadi, saya menerapkannya dengan cara seperti itu. Itu sebetulnya contoh kecil supaya anak-anak tahu bahwa, saya harus bertoleransi dengan orang yang keyakinannya berbeda," imbuhnya.

Pada momen puasa ini, ia juga memberikan kesempatan bagi para ART untuk beristirahat lebih cepat agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

"Seperti sekarang bulan puasa. Saya mengharuskan di rumah para asisten rumah tangga harus beristirahat lebih cepat di malam hari karena mereka mau sahur."

"Saya ajak anak-anak untuk berbelanja stok makanan, karena mereka berpuasa. Jadi, saya selalu berusaha, oke kita punya keluarga di rumah ini, tapi enggak cuma keluarga kita saja, tapi keluarga orang lain yang menjadi keluarga besar kita," katanya.

Sebagai ibu, Indy Barends memang memiliki andil untuk mengontrol kegiatan anak-anaknya. Namun, ia mengaku tentu tidak setiap saat dapat menyortir informasi dan konten yang dikonsumsi anak-anaknya. Terlebih di era digital sekarang.

"Yang saya takutkan, ke-blast foto-foto yang kita enggak bisa kontrol. Saya juga enggak mungkin kontrol handphone mereka, ini enggak boleh, itu enggak boleh. Karena anak-anak sekarang juga jauh lebih pintar, saya aja kadang-kadang agak minder."

"Saya cuma bilang, berhati-hati. Pesannya cuma itu. Saya enggak mungkin screening semua foto yang ada di handphone mereka. Saya cuma kasih tahu bahwa sebetulnya untuk mengunggah foto-foto sudah ada Undang Undang yang saat ini enggak boleh main post kirim nge-blast."

"Berita yang kamu bisa lihat adalah berita yang ada di televisi, tidak mencampurkan masalah politik dan anak-anak," paparnya.
(ELG)