Studi: Puji Kecerdasan Anak Bisa Merusak Motivasi Berprestasi

Timi Trieska Dara    •    Sabtu, 25 Aug 2018 19:28 WIB
keluargatumbuh kembang anakperkembangan anak
Studi: Puji Kecerdasan Anak Bisa Merusak Motivasi Berprestasi
Studi: Puji Kecerdasan Anak Bisa Merusak Motivasi Berprestasi (Foto: istock)

Jakarta: Sebagian besar orangtua kerap memuji anak-anak tentang betapa cantik dan pintar mereka. Mungkin setiap hari. Apakah hal itu merusak anak-anak kita? Sebuah penelitian baru mengatakan ya.

Penelitian Psychology Today mengatakan memuji anak-anak Anda mungkin memiliki "konsekuensi yang tidak diinginkan" selain membuat mereka nyaman dengan diri mereka sendiri. Bahkan, peneliti mengklaim memuji kecerdasan anak dapat benar-benar merusak motivasi berprestasi mereka.

Bukan itu saja. Anak-anak yang diberitahu bahwa mereka cerdas mungkin lebih suka curang di sekolah.

Menurut penelitian, ada berbagai jenis pujian yang mempengaruhi anak-anak secara berbeda. Misalnya, memberi tahu seorang anak bahwa dia baik akan memotivasi dia untuk mempertahankan reputasi itu dengan melakukan hal-hal yang baik. Namun memberi tahu seorang anak bahwa ia cerdas pada akhirnya akan mendorongnya untuk curang atau menipu sehingga ia terus dipandang seperti itu.

Para peneliti mengamati sekitar 300 anak usia 3 hingga 5 tahun di China yang memainkan permainan tebak-tebakan dengan seorang instruktur. Satu kelompok anak secara acak diberitahu seberapa pintar mereka. Kelompok lain diberitahu bahwa mereka melakukannya dengan baik, sementara kelompok ketiga tidak menerima pujian. Guru meninggalkan ruangan setelah memberitahu anak-anak agar tidak curang dan mencontek. Hasilnya? Anak-anak yang kecerdasannya dipuji lebih banyak mengintip jawaban temannya daripada kelompok anak lain.

"Tentu saja. Hal biasa dan alami untuk memberitahu anak-anak seberapa pandai mereka. Apa yang kami tunjukkan dalam studi ini adalah bahayanya bisa melampaui motivasi dan meluas ke ranah moral (anak). Itu membuat seorang anak lebih ingin berbuat curang agar bisa melakukannya dengan baik," kata Gail Heyman, penulis penelitian, itu.

"Kami ingin mendorong anak-anak," kata peneliti lainnya, Dr Kang Lee. "Kami ingin mereka merasa baik dengan diri mereka sendiri. Tetapi studi ini menunjukkan bahwa kita harus belajar memberi anak-anak pujian yang tepat, seperti memuji perilaku tertentu. Hanya dengan cara ini pujian akan memiliki hasil positif yang diinginkan."

Jadi, dalam dunia yang ideal, Anda ingin memuji seorang anak karena belajar dengan giat atau mendapatkan nilai yang baik untuk mendorong perilaku itu untuk berlanjut. Tapi coba tebak? Kita masih akan memberitahu anak-anak betapa luar biasa pintarnya mereka menurut Anda. Dan kita akan memuji perilaku mereka. Kita semua melakukannya. Kita hanya membayangkan ada cukup banyak orang di luar sana yang akan membuat mereka merasa buruk dan kita di sini untuk membuat anak-anak merasa luar biasa, setiap hari. Jadi, coba pertimbangkan hasil penelitian ini.


 


(ELG)