Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Sekolah

   •    Senin, 17 Jul 2017 15:57 WIB
hari pertama masuk sekolah
Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Sekolah
Orang tua mendampingi anak di hari pertama masuk sekolah. (Foto: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikolog Anak Anastasia Satriyo mengatakan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh orang tua sebelum anak memulai aktivitas sekolah untuk pertama kali. Tak hanya kebutuhan sekolah yang bersifat fisik, kesiapan mental juga mutlak diperlukan agar sekolah tak menjadi momok menakutkan bagi anak.

Menurut Anastasia, ada baiknya orang tua mencari tahu apa yang menjadi minat anak di sekolah. Sering kali minat anak saat memilih sekolah akan berbeda dengan orang tua.

"Ada yang suka dengan lapangannya karena dia suka sepak bola. Atau ada juga anak yang melihat gerbang sekolahnya saja sudah senang. Tanya pada anak apa yang dia suka," kata Anastasia, dalam Metro Plus, Senin 17 Juli 2017.

Anastasia mengatakan, keterlibatan orang tua dalam aktivitas sekolah anak sangat penting. Sebab, anak yang sudah lulus TK dan siap masuk SD akan mengalami transisi dan perubahan cukup besar.

Misalnya jam belajar yang lebih lama, ruang belajar yang lebih luas atau mata pelajaran yang lebih terstruktur. Banyak perubahan yang bakal dialami oleh anak, yang boleh jadi malah menjadi ketakutannya sendiri. 

Salah satu cara agar anak tak kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, orang tua bisa mengajak anak memilih sekolah yang diinginkan dan mengenalkannya dengan lingkungan sekolah. Jika memungkinkan kenalkan pula dengan guru-guru dan cobalah membuat ritual sebelum berpisah dengan anak saat mengantar sekolah.

"Yang terpenting jangan tiba-tiba bilang akan ditinggal. Sering kali kita kadang kelepasan di waktu lain ketika marah mengatakan 'awas ya nanti Mama tinggal' itu akan membuat anak ketakutan," katanya.

Ritual berpisah saat mengantar anak sekolah bisa dilakukan dengan pelukan atau ciuman di pipi dan membuat kesepakatan bahwa akan berpisah selama sekian jam hanya saat sekolah.

Ketika membuat ritual sebelum berpisah, orang tua perlu juga memberikan pemahaman kepada anak soal konsep waktu. Ini akan memudahkan anak untuk beradaptasi dengan lamanya waktu sekolah.

Selain itu, jika sekolah yang dipilih oleh anak sudah mewajibkan calon siswanya membaca dan menulis, orang tua harus memastikan bahwa anak sudah siap untuk itu. Ketika sudah bisa menyebut anak siap sekolah, maksimal tiga minggu sebelumnya anak sudah bisa belajar membaca.

Kesiapan lain yang harus dipastikan orang tua adalah apakah anak sudah mampu mengikuti instruksi dengan baik dan motorik kasarnya sudah mampu memegang benda-benda yang akan digunakan ketika sekolah.

"Selama sudah bisa mendengar instruksi secara baik, anak sudah siap untuk sekolah," katanya.




(MEL)